Hari itu Roni berpenampilan rapi. Begitupun dengan Tiwi, ia merasa deg-degan, karena itu hari pertama ia membawa laki-laki ke rumahnya bertemu orangtua. ”Saya deg-degan banget, takut, seneng, pokoknya campur aduk,” ungkapnya.
Saat sedang mengobrol di ruang tengah, adik Tiwi datang dan bersalaman dengan Roni, Tiwi pun mengenalkan adiknya yang bernama Mila itu. Bahkan mereka sempat ngobrol soal laptop yang rusak dan dunia elektronik. “Kebetulan adik saya juga kuliah jurusan teknik jaringan komputer,” ujarnya.
Tiwi tak menyangka, dari pertemuan itu, malah membuat rencana besar pernikahannya berantakan. ”Pas hari itu mah Kang Roni sikapnya biasa aja,” katanya.
Tapi keesokan harinya sikap Roni berubah. Ia mulai jarang berkomunikasi dengan Tiwi, bahkan cenderung menghindar. Tiwi mulai galau, lelaki satu-satunya yang menjadi harapan, malah menjauh. ”Aneh gitu kan, kok tiba-tiba dia ngejauh,” katanya.

