Seminggu, dua minggu, mereka tak bertemu, ditelepon kadang diangkat, kadang tidak. Dichat pun balas seperlunya. Ketika ditanya kenapa, ngakunya sedang sibuk kerja.
Hingga akhirnya Tiwi pun tahu penyebabnya setelah adiknya melapor kalau Roni sering menghubunginya, bahkan mengajak jalan berdua. ”Saya waktu itu langsung nangis, sakit hati,” katanya.
Tiwi langsung meminta putus, mereka ribut melalui telepon seluler. Sampai akhirnya Roni datang ke rumah, baru berdiri di depan pintu, Tiwi langaung melemparkan cincin yang dulu pernah diberi dan menutup pintu.
Mereka gagal menikah, Tiwi pindah ke Tangerang, ia tinggal di rumah kakaknya, setahun kemudian Tiwi mendapat jodoh di Kota Serang. Hingga kini mereka hidup bahagia. (drp/alt)











