Nadia mengatakan, pihak keluarga tidak mengetahui Margiono bisa terpapar Covid-19. Menurutnya, sebelum dirawat di RS Eka Hospital, Margiono tidak merasakan gelala umum Covid-19. Yang dirasa hanya mengeluh sakit ginjal.
“Kalau sebelumnya tidak tahu, enggak ada gelala apa pun, cuma pas medical check up rutin ke rumah sakit, di jalan bapak mulai merasa sesak napas, dan saat dicek PCR positif Covid-19,” tuturnya.
Nadia mengatakan, pihak keluarga memakamkan Margiono di TPU Jelupang, Jalan Perumahan Griya Asri, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan. Lokasinya tak jauh dari rumah duka di Perumahan Villa Serpong. Pemakaman Margiono dilakukan menggunakan protokol kesehatan, dimana saat disalatkan, jenazah Margiono sudah di dalam peti dibungkus plastik.
Sejumlah kerabat dan kolega Margiono berdatangan ke rumah duka. Begitu pula saat di TPU, sejumlah keluarga, kerabat, dan koleganya juga menghadiri acara pemakaman Margiono. Sejumlah tokoh yang turut hadir di antaranya Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, Wakil Walikota Tangsel Pilar Saga Ichsan, Ketua DPRD Kota Tangsel Abdul Rasyid, mantan Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany, Ketua PWI Pusat Atal Depari, anggota DPRD Kota Tangerang Baehaki, dan beberapa wartawan senior.
Sementara itu, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengucapkan bela sungkawa. Zaki mengaku sudah mengen Margiono sejak awal perjalanan karir politiknya.
“Almarhum merupakan soerang jurnalis yang luar biasa. Alhamrhum bukan sekadar figur tapi juga sahabat saya dan bagian dari perjalanan karir saya dan saya sangat kehilangan sekali,” ujar Zaki.










