Stok Minyak Goreng Mulai Banyak
PANDEGLANG-Harga daging kerbau di pasar tradisonal di Kabupaten Pandeglang mencapai Rp140.000 per kilo. Harga ini diperkirakan akan naik saat Ramadhan yang tinggal satu bulan lagi.
Kabid Perdagangan pada Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pandeglang Juhanes Waluyo menuturkan, menjelang bulan Ramadhan pihaknya melakukan pemantauan harga daging sapi dan kerbau di pasar tradisional.
“Dari hasil pemantauan diketahui harga daging sapi Rp130.000 per kilonya. Sedangkan daging kerbau mencapai Rp140.000 per kilo,” katanya kepada Radar Banten, Kamis (3/3).
Juhanes mengatakan, harga daging kerbau saat ini lebih mahal dari harga daging sapi. Ada selisih harga sebesar Rp10.000.
“Kalau alasan dari pedagang, daging kerbau lebih mahal karena memang jumlah kerbau terbatas dan tidak ada peternakannya. Kalau sapi kan ada peternakan sapi,” katanya.
Daging kerbau yang dijajakan pedagang berasal dari masyarakat. Di mana pemilik yang menjual ke pasar tradisional.
“Untuk pasokan daging sapi maupun kerbau ada. Hanya saja mereka tidak menyetok dalam jumlah banyak karena permintaan sedikit juga,” katanya.
Selain memantau harga daging sapi dan kerbau, Diskoperindag juga melakukan pemantauan harga sembako termasuk diantaranya minyak goreng dan gula.
“Minyak goreng stok sudah mulai banyak. Namun untuk di pasar tradisional masih ada selisih Rp2.000 sampai dengan Rp3.000 dari HET (harga eceran tertingi),” katanya.
Harga minyak kemasan di pasar tradisional di kisaran Rp16.000 hingga Rp17.000 per liter. Sedangkan HET ditetapkan oleh pemerintah Rp14.000 per liter.
“Adapun untuk harga gula, saat ini masih Rp14.000 per kilo,” katanya.
Juhanes mengimbau, kepada masyarakat agar membeli kebutuhan pokok secukupnya tidak melakukan panic buying. Kemudian kepada para pedagang diharapkan agar tidak melakukan penimbunan barang dan menaikan harga bila memang tidak perlu.
“Untuk distributor dan agen diharapkan sesegera mungkin menyalurkan barang dengan tidak berlama lama menyimpan stok di gudang,” katanya. (purnama irawan/mg-01)











