Dalam lagu baru ciptaannya, Ugas bertanya-tanya kenapa minyak goreng mahal dan langka, padahal Indonesia penghasil sawit terbesar di dunia.
Kepada Radar Banten, Ugas mengatakan, langkanya minyak goreng telah menimbulkan keresahan masyarakat, terutama para pedagang kecil dan ibu rumah tangga.
“Sekadar menyampaikan curhatan warga, yang bingung tak bisa masak di tengah pandemi Covid-19,” kata Ugas saat mengirimkan link lagu barunya di YouTube kepada Radar Banten, Kamis (3/3/2022).
Ia berharap, pemerintah segera mengendalikan harga dan pasokan minyak goreng, lantaran satu bulan lagi akan memasuki bulan suci Ramadan.
“Insya Allah kami juga akan membuat lagu khusus terkait bencana banjir yang melanda Kota Serang, selaku ibukota Provinsi Banten awal Maret lalu,” pungkas Ugas.











