Dyah Pitaloka: Berangkat Dengan Biaya Pribadi dan Sponsor
SERANG- Keren. Hebat. Itulah kata yang pantas disematkan kepada Dyah Pitaloka. Penggowes senior asal Kota Cilegon, Banten. Ia keluar sebagai juara I, L’Etape Indonesia by Tour de France di Lombok, Nusa Tenggara Barat kelompok usia 55-59 tahun.
L’Etape Indonesia diselenggarakan oleh Tour de France. Menempuh jarak 124 kilometer. Adapun start dari Kuta Mandalika dan finish kembali ke Kuta. Event yang digelar pada 20 Februari tersebut, diikuti 1308 peserta dari 12 negara.
Kata Teh Dyah, panggilan akrabnya, trek yang ditempuh termasuk trek berat, dengan elevasi mencapai 1.373 mdpl. “Kalo tanjakan berat, banyak yang nuntun Pak,” kata Dyah Pitaloka kepada Radar Banten, melalui pesan WhatsApp, Jumat (4/3) siang.

Dikatakan Teh Dyah, event ini harusnya diselenggarakan dua tahun lalu. Namun karena covid, pelaksanaan dimundurkan pada 2022 ini.
Wanita yang rajin gowes, dalam seminggu bisa 3-4 kali ini merasa bersyukur banyak pihak yang membantu biaya pendaftaran dan keberangkatannya hingga akomodasi ke Lombok. “Mulai dari Pak Ketua ISSI Cilegon bantu Rp 2,5 juta. Dibantu juga jersey oleh Pak Ketua TGP,” cerita Teh Dyah.
Ada cerita menarik Teh Dyah. 10 kilometer menjelang finish, ia mengalami kram. Sampai di lokasi finish jam 1 siang. Karena capek, ia langsung menuju hotel untuk istirahat. “Rupanya pengumuman pemenang jam 3 sore. Saya gak tau kalo mau dapat juara. Jadi pas dipanggil ke podium saya gak ada,” lanjut Teh Dyah. Teh Dyah kemudian minta pengawalnya, Suhendar, penggowes asal SCAM, untuk mengambil piagam.
Lombok dipilih sebagai lokasi L’Etape Indonesia, karena kondisi jalan rayanya bagus, medannya lengkap. Ada tanjakan, turunan, tikungan dan pemandangan alam yang indah. Ada pegunungan, ada pantai yang indah. (widodo)










