RADARBANTEN.CO.ID – Kekuatan militer terbesar dunia saat ini dikuasai oleh Pakta pertahanan Atlantik Utara atau The North Atlantic Treaty Organization (NATO).
NATO merupakan aliansi militer gabungan dari 30 negara yang dikomandoi oleh Amerika Serikat (AS). Persekutuan negara Barat ini selalu hadir dalam setiap kecamuk perang di belahan dunia, tak terkecuali pada perang Rusia-Ukraina saat ini.
Eksistensi NATO sebagai kekuatan militer terbesar sekaligus sebagai penjaga keamanan dunia pernah disaingi oleh kehadiran pakta pertahanan militer negara blok Timur pimpinan Uni Soviet.
Pakta pertahanan ini dulu disebut sebagai Pakta Warsawa atau Warsaw Pact. Pakta Warsawa adalah sebuah aliansi militer yang dicetuskan negara Adidaya Uni Soviet dengan tujuh negara republik sosialis Blok Timur di Eropa Tengah dan Timur, yang ditandatangani di Warsawa, Polandia pada Mei 1955.
Di era yang dikenal dengan perang dingin ini, dua negara adidaya AS dan Uni Soviet memang sama-sama memperebutkan pengaruh dunia. Jika AS dengan NATO-nya, maka Soviet dengan Pakta Warsawa-nya. Dunia saat itu terkotak menjadi dua blok, barat dan timur.
Sejak pendiriannya, Pakta Warsawa memang mendeklarasikan diri sebagai penyeimbang kekuatan NATO. Pakta Warsawa sendiri lahir dikarenakan ketakutan Cekoslowakia mengetahui Jerman Barat yang kembali memperkuat militernya pasca kekalahan Jerman pada perang dunia II.
Kenangan buruk atas Nazi Jerman membuat Cekoslowakia membentuk pakta keamanan bersama dengan Jerman Timur dan Polandia.
Uni Soviet yang sebelumnya sempat dipermalukan karena ditolak berulang kali masuk NATO serta kekhawatiran menguatnya kembali kekuatan Jerman usai masuk kedalam NATO, memutuskan untuk menjadi inisiator pakta pertahanan ini.









