Kedua belah pihak, lanjut Kompol Fikri, tidak akan saling menuntut.
Dwiyanto datang memenuhi panggilan Satlantas sekitar pukul 10.00 wib dengan mengenakan jaket warna putih, bertopi dan bermasker warna hitam.
Bersama Kapolresta Tangerang Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, sopir ambulans Hildan dan pengemudi Mercy muncul menemui wartawan.
Dikatakan Kapolresta, bahwa kedatangan pengemudi Mercy sangat penting untuk mengetahui kejadian di lapangan.
“Jadi, klarifikasi dari pengemudi Mercy dan sopir ambulans untuk mengetahui kejadian yang sebenarnya,” lanjut Kombes Zain.
Sementara Dwiyanto mengaku salah. Dirinya meminta maaf kepada publik dan semua pihak.
“Saya tidak ada niat menghalangi ambulans. Saya meminta maaf kepada publik. Kita sudah saling memaafkan,” kata pria berkaca mata ini.










