Memasuki awal Ramadan tahun ini, mulai sedikit bangkit. Mulai banjir pesanan apem putih bohay.
“Awal Ramadan ini dari biasa 50 kilogram naik menjadi 75 kilogram. Karena dapat pesanan dari warga Cilegon, Tangerang, Serang, Sukabumi dan Bandung,” katanya.
Ia sangat bersyukur memasuki awal Ramadan, usahanya terlihat mulai bangkit dan semoga saja bisa kembali normal. Harapan terbesarnya pandemi ini bisa segera berakhir.

“Saya juga sangat bersyukur dengan adanya pelonggaran dari pemerintah karena tren kasus covid-19 mengalami penurunan. Kita juga bersyukur selama dua tahun pandemi masih bertahan dan tidak sampai memberhentikan 12 orang karyawan,” katanya.
Karyawannya tetap bekerja di tengah pandemi dan sekarang ini melambung nya harga sembako termasuk minyak goreng.
“Untungnya pembuatan apem putih ini dikukus sehingga tudak sampai harus menaikkan harga jual apem putih. Harga masih tetap sama satu bungkus sebanyak 10 piece Rp10.000,” katanya.
Saat memasuki bulan Ramadan ini perhari memproduksi sebanyak 3.000 peace. Apem putih bohay saat bulan suci Ramadan menjadi salah satu hidangan untuk berbuka puasa.
“Sudah menjadi ciri khas warga Pandeglang kalau buka puasa enggak diawali dengan apem putih kayaknya belum apdol. Tapi kalau sudah diawali dengan hidangan apem putih buka puasanya terasa apdol banget,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor : M Widodo

