RADARBANTEN.CO.ID – Untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan saat mudik Lebaran 2022, Korlantas Polri menyiapkan sejumlah skema. Inilah yang akan dilakukan Korlantas: rekayasa lalulintas di ruas tol, jalur arteri dan tempat-tempat wisata.
“Jadi soal parkir nanti akan dilakukan pengaturan oleh petugas. Termasuk kawasan rawan macet juga akan dilakukan pengaturan oleh tim pengurai. Adapun jalur tol yang berpotensi macet ada di gate tol, bottle nek, rest area termasuk kendaraan yang mengalami masalah.” kata Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol Eddy Djunaedi yang dikutip RADARBANTEN.CO.ID dari @korlantaspolri.
Untuk jalur arteri, kata Kombes Eddy, penyebab terjadinya kemacetan ada 3 (tiga). Yaitu pasar tumpah, sumbangan pembangunan tempat ibadah dan perlintasan kereta api sebidang. Untuk itu masyarakat diminta untuk mewaspadainya.
“Persiapan menghadapi lonjakan pemudik sudah dilakukan survey sejak Februari. Cara bertindaknya sudah dirumuskan. Prediksi puncak arus mudik tanggal 28 April sampai 1 Mei. Sedangkan arus balik tanggal 6 sampai 8 Mei.” tambah Kabag Ops.
Untuk menghadapi hambatan tersebut, sebelum tanggal 28 April, Korlantas Polri akan melakukan ujicoba contraflow dan ganjil genap pada tanggal 22 dan 23 Mei. Kabagops berharap dengan adanya sosialisasi ini masyarakat tidak melakukan pelanggaran dan patuh terhadap peraturan lalulintas.
“Namun ada pengecualian kendaraan berdasarkan Surat Keputusan bersama yaitu kendaraan Presiden, Wakil Presiden, Mentri, anggota DPR dan MPR, kendaraan tamu asing, Duta Besar, kendaraan dinas, ambulans, plat kuning, kendaraan disabilitas dan kendaraan angkutan tertentu seperti kendaraan pengisian uang di ATM.” sambungnya.
Korlantas, kata Kabag Ops, akan menerjunkan 144.392 personel polri, dari mabes 876 dan polda jajaran sejumlah 87.004 adapun sisanya dari instansi terkait. Selain itu, Polri mendirikan 2702 posko, terdiri dari 1.710 pospam, 730 pos pelayanan dan 258 pos terpadu.











