Terlebih lagi, pertemuan itu sebagai upaya menghabisi virus perpecahan dan kebencian yang menjangkiti masyarakat akibat dua kali perhelatan Pilpres antara Jokowi vs Prabowo.
“Terus terang masyarakat saat ini sudah mulai muak dan enek dengan tokoh-tokoh yang menggunakan strategi populisme dan politik identitas dalam meningkatkan popularitas dan elektabilitas tokoh bakal capres tersebut,” ujar Arief.
Eks waketum Gerindra itu menilai rakyat tidak butuh pemimpin yang doyan pencitraan tetapi hasilnya nol gede.
Selain itu, masyarakat juga sudah cerdas dan bisa mendapatkan informasi tentang tokoh-tokoh bakal capres 2024 yang berpotensi memecah belah masyarakat dan nol prestasi, dan kinerjanya tidak dirasakan rakyat.
Dalam situasi sekarang, Arief menilai Menko Perekonomian Airlangga sulit disaingi karena menjadi tokoh sentral yang diberikan mandat penuh oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperbaiki dan memulihkan perekonomian masyarakat akibat dampak pandemi Covid-19.











