SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Bangunan liar dan kumuh di tengah-tengah pertigaan Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Serang membuat pemandangan tak nyaman.
Selain tak enak dipandang mata, bangunan ini juga mengganggu jarak pandang arus lalu lintas.
Pertigaan Gunung Sari ini merupakan titik pertemuan arus lalu lintas dari Kota Serang, Ciomas dan Anyer. Serta merupakan jalur lalu lintas pariwisata dari Kota Serang – Cilowong – Gunung Sari – Paninjoan – Mancak dan Anyer.
Saat penulis mengambil foto, bangunan liar ini dimanfaatkan warga untuk berjualan kelapa muda atau es dugan. Para pembeli juga memarkirkan kendaraan motornya di tengah-tengah pertigaan, yang bisa mengganggu dan membahayakan pengguna jalan.

Foto: M Widodo/Radar Banten
Terdapat dua atau tiga bangunan liar di tengah pertigaan. Dan menurut pengamatan RADARBANTEN.CO.ID, bangunan ini sudah berdiri cukup lama. Terbukti dinding dan atap yang terbuat dari bahan plastik sudah acak-acakan. Dan, bahan kontruksinya dari bambu dan kayu sudah tampak kusam.
Dikutip dari dpupr.bantenprov.go.id ruas Jalan Gunungsari-Mancak-Anyer adalah jalan Provinsi yang merupakan jalur alternatif menuju kawasan wisata pantai Anyer (Selat Sunda). Jalan ini melintasi dataran tertinggi di wilayah kabupaten Serang dengan suasana pegunungan yang sejuk dan udara yang bersih. Lebar rata-rata jalan Gunungsari-Mancak-Anyer adalah 4,5 meter dan kondisi perkerasan jalan relatif baik. Program pembangunan dimaksudkan untuk pelebaran perkerasan (badan jalan) sebagai realisasi atas target kinerja yang telah ditetapkan dalam Renstra DPUPR Tahun 2017-2022.
Pada setiap akhir pekan dan masa libur panjang, banyak pengguna jalan yang menuju ke kawasan wisata Anyer memilih menggunakan jalur ini. Selain para wisatawan yang menuju kawasan Anyer, ruas jalan Gunungsari-Mancak-Anyer juga merupakan jalur favorit para Goweser.
Penulis: M Widodo











