LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak memberikan perhatian khsusus terkait Stunting atau masalah kurang gizi kronis yang disebabkan rendahnya asupan gizi pada anak.
Berdasarkan data dari Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) pada 2021 l ada 27.4 % atau sekitar 27.674 anak di Lebak yang menderita masalah kurang gizi. Sehingga berdampak pada pertumbuhan anak itu.
Walaupun jumlah tersebut menurun dibandingkan dengan angka Stunting 2019 yang mencapai 40 % persen lebih, Pemkab Lebak akan terus melakukan upaya pencegahan. Salah satunya dengan cara memasangi rumah penderita Stunting dengan stiker khusus. Juga, akan menyiapkan kartu khusus bagi para penderita Stunting.
“Nantinya anak yang masuk kategori penderita Stunting akan kami berikan identitas, rumahnya itu akan kita tempeli stiker. Juga kita akan berikan kartu khusus, agar para penderita stunting bisa mendapatkan prioritas di layanan kesehatan,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Lebak Budi Santoso usai acara Rembuj Stunting lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Hotel Horison Rahaya, Kecamatan Kalanganyar, Kamis 9 Mei 2022 .
Bukan maksud diskriminasi, pemasangan stiker itu, kata Sekda, agar tenaga kesehatan hingga Desa bisa berfokus dalam melakukan penanganan stunting yang merupakan masalah pertumbuhan anak pada usia 1.000 hari kehidupan.
“Nah ini tinggal dari para ulama dan tokoh masyarakat agar menyampaikan dalam pengajian. Jika ada rumah dengan stiker stunting di kampungnya untuk memberikan bantuan dengan sedikit menyisihkan rezekinya. Sedekah juga kan diutamakan kepada tetangga yang mengalami masalah, baru ke yang jauh,” ujarnya.











