RANGKASBITUNG, RADARBANTEN.CO.ID – Jumlah koperasi aktif di Kabupaten Lebak semakin menyusut. Dari 854 koperasi, yang sudah tidak aktif sebanyak 312.
Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Lebak Imam Suangsa menjelaskan,
penyebab ratusan koperasi tidak aktif atau gulung tikar antara lain karena tidak memiliki badan hukum dalam online data system (ODS)
“Juga tidak menyelenggarakan RAT selama tiga tahun,” kata Imam usai menghadiri Bimbingan Tekhnis Perkoperasian untuk Pengurus / Pengawas Koperasi di Hotel Katineng Rangkasbitung, Selasa 21 Juni 2022.
Mengatasi persoalan itu, kata Imam, Dinkop dan UKM Lebak akan membangun kemandirian berusaha bagi para pengelolanya.
“Membantu akses permodalan, pelatihan – pelatihan, dan penataan manajemen. Ketika sudah dibantu, jangan sampai melempem lagi. Harus produktif,” ujarnya.
Dia mengatakan, Pemkab Lebak di bawah kepemimpinan Bupati Iti Octavia Jayabaya memiliki perhatian besar terhadap koperasi dan UKM. Maju mundurnya koperasi berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Apalagi, koperasi dikenal sebagai sokoguru perekonomian nasional dapat mendongkrak kesejahteraan masyarakat di daerah.
“Koperasi yang aktif, kita bina terus dalam berbagai diklat kewirausahaan dan diupayakan bisa mengembangkan usaha lain yang lebih produktif untuk kesejahteraan anggota,” katanya.
Kepala Dinkop dan UKM Lebak Yuda Wati menambahkan, Pemda Lebak memiliki komitmen terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, di antaranya melalui pembinaan lembaga koperasi.
Jika dikelola dengan modern dan propesional, lanjut dia, koperasi dapat bersaing dengan badan usaha lain. Kemudian akan berimbas pada tingkat kesejahteraan anggota dan mampu menekan angka pengangguran dan kemiskinan.
Reporter : Nurabidin
Editor: Aas Arbi











