TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID-Sepatu saat ini tidak lagi hanya sebagai alas kaki penunjang aktifitas. Jauh dari itu, kini sepatu sudah menjadi barang kesayangan dan menjadi tren di kalangan anak muda.
Berbagai merek sepatu dan jenisnya terus bermunculan, bahkan ada yang harganya mencapai puluhan juta diburu penyuka sepatu hingga menjadi obrolan seru di kalangan anak muda pecinta sepatu.
Tren sepatu ini turut berimbas positif pada bisnis cuci sepatu.
Menurut pemilik toko cuci sepatu Shoes and Care, Alfian Fachrez, banyak dari komsumennya yang rutin datang mencuci sepatu dengan jenis dan merek yang sama.
“Karena sepatu kesayangan, jadi rutin dicuci dan dirawat oleh konsumen. Bisa dua kali sebulan (mencuci sepatu-red) ke sini,” ujarnya, Jumat (8/7/2022).
Menurut Alfian, rata-rata konsumennya adalah orang kantoran. Namun, kini pangsa pasar cuci sepatu mulai berkembang ke semua kalangan.
“Awalnya banyak yang melihat kok sepatu orang kantoran baru terus, oh rupanya mereka cuci sepatu. Nah, dari sini pasarnya mulai berkembang. Sekarang sampai anak-anak dibawain sepatunya sama orangtuanya ke sini,” ujar Alfian yang mulai merintis bisnis cuci sepatu bersama dokter Tirta sejak tahun 2017.
Alfian mengatakan, tarif yang dipatok sekali mencuci di tokonya mulai dari Rp 35 ribu sampai Rp 80 ribu.
Ia sendiri biasa mencuci sepatu bernilai belasan juta milik konsumennya. “Ngeri pasti (mencuci sepatu belasan juta-red). Kita bener-bener perhatiin bangetlah,” ujarnya.
Sementara itu karyawan cuci sepatu Kicks and Clean, Toto memiliki cerita tersendiri. Banyak dari konsumen diawal memiliki ekspektasi tinggi bahwa sepatunya akan lebih mengkilap dan kembali baru.
“Padahal kan gak semua sepatu bisa kembali seperti baru. Kalau sepatunya luka, kita sarankan untuk direparasi, karena kalau dicuci hasilnya tidak maksimal. Bukan kotoran yang menempel, tapi luka di sepatu,” jelasnya.
Toto mengatakan, pihaknya mengantisipasi komplain konsumen dengan bukti foto diawal sepatu akan dicuci.
“Nah nanti kita bandingkan saja hasil cucian sama foto awal,” ujarnya.
Toto mengatakan, alasan konsumen datang mencuci sepatu di tokonya karena banyak dari mereka yang memiliki sepatu dengan harga puluhan juta rupiah.
“Karena sepatunya mahal. Terus kalau mereka cuci sendiri risikonya warnanya berubah. Jadi kuning dan berbau. Justru di sini kita ngilangin baunya,” jelasnya.
Reporter: Syaiful Adha











