“Terus dari pusat itu harusnya berpikir jernih ya, ketika pengangkatan ngapain sih mengangkat dari luar mending putra daerah. Kalau dari luar banyak contoh CPNS kemarin, setelah dua tahun, tiga tahun, 5 tahun mengajukan pindah, alasan ikut suami,” katanya.
Jadi, alangkah lebih baik mengangkat putra daerah karena tidak akan mengajukan pindah sampai pensiun. Dengan berbagai pertimbangan sudah mempunyai keluarga kampung halamannya di Pandeglang.
“Kenapa tidak pindah karena anak istri ada di sini. Jadi jauh kemungkinan mengajukan pindah,” katanya.
Yosep juga berharap, agar pusat menerima CPNS tidak dibatasi oleh usia. Kalau sekarang ini dibatasi hanya 35 tahun ke bawah.
“Kalau usia 40 tahun ke atas tidak produktif. Makanya CPNS dibatasi 35 tahun maksimal, padahal penilaian jangan dari umur tapi kualitas pekerjaan,” katanya.
Bupati Pandeglang Irna Narulita mengakui, kalah dirinya masih punya pekerjaan rumah karena masih ada sekitar 7.000 honorer belum bisa menyandang P3K.
“Dan Ibu harus memperjuangkan ke pemerintah pusat untuk mendapatkan kuota yang besar. Dan sambil menunggu kuota, mereka dipersiapkan untuk mengikuti bimbel dulu,” katanya.
Para honorer diharuskan mengikuti bimbel dalam upaya meningkatkan kemampuannya agar bisa lulus seleksi. Sehinga tidak sia-sia atas kuota yang di minta. (*)
Reporter : Purnama Irawan
Editor : Agung SP

