Elane mengungkapkan, dalam penanganan wabah scabies, Rutan Kelas II B Pandeglang menggandeng Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jadi dari FKUI yang ikut ambil bagian, dari Departemen Perinatologi.
“Membantu di sini, selain menyumbangkan obat-obatan, untuk acara ini di FKUI juga ikut memberikan penyuluhan dan pemberian poster dan juga pemeriksaan mikroskopis warga binaan yang gatel. Yakni melakukan pengambilan sampel berupa pengerokan kulit yang gatel untuk kemudian dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk tahu definitif kutu scabies,” katanya.
Elane menjelaskan, sebelumnya semua WBP sudah diperiksa. Hanya saja pemeriksaannya menggunakan alat skrining. Jadi tidak sampai menggunakan mikroskopis.
“Nah dibantu FKUI ini menggunakan mikroskopis. Jadi pemeriksaannya bisa lebih dalam,” katanya.
Sewaktu pemeriksaan awal, sebanyak 54 persen WBP terkena scabies dari kutu yang menempel di pakaian dan handuk.
“Oleh karena itu kita lakukan pembersihan kamar dan mencuci semua berbahan kain. Jadi kita sterilkan agar ke depan tidak ada wabah lagi menyerang warga binaan dan bagi yang baru masuk kita periksa kita proteksi khusus scabies,” katanya.
Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Pelayanan Tahanan Rutan Kelas II B Pandeglang Ajat Sudrajat menambahkan, kegiatan ini ialah gerakan pemberantasan gatal-gatal.











