RADARBANTEN.CO.ID – Divisi Hubungan Internasional Polri mengadakan rapat koordinasi bersama atase polisi Malaisya, Philipina, Singapura, dan Timur Leste di Hotel Santika, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Rabu, 26 Oktober 2022.
Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Brigjen Polisi Khrisna Murti mengatakan, Rakor membahas penanganan kejahatan narkotika, penyelundupan barang/hewan dan perdagangan manusia di perbatasan masing-masing negara.
Menurut Khrisna, pencegahan dan penindakan hukum kejahatan lintas negara harus dilakukan bersama-sama antar polisi masing-masing negara.
“Kita bicara pencegahan dan penindakan hukum kejahatan lintas negara, maka duduk bersama antara Polri dengan para atase polisi negara tetangga,” ujarnya.
Kedepan, sambungnya penanganan kejahatan lintas negara harus dapat diselesaikan cukup ditingkat perbatasan antara masing-masing kepolisian.
“Jadi tidak perlu masalahnya sampai ke Ibukota. Mereka (kepolisian negara tetangga-red) diberi akses dan kewenangan terbatas berkoordinasi dengan Polda-Polda yang mengelola perbatasan agar lebih cepat menyelesaikan masalah itu,” ujar mantan Kepala Direskrimum Polda Metro Jaya ini.
Khirsna menambahkan, dalam Rakor ini juga diharapkan dapat terbentuk kantor bersama antara kepolisian yang akan menangani kejahatan lintas negara secara bersama-sama.
“Diharapkan dapat terbentuk kantor bersama, agar secara teknis bisa lebih cepat menangani kejahatan lintas negara.” ungkapnya.
Khrisna menegaskan, bahwa Polri dalam hal ini Divisi Hubungan Internasional mengadakan Rakor untuk mengoptimalkan perannya dan terus mendukung serta membantu Badan Nasional Pengolah Perbatasan yang sudah terbentuk.
Sementara itu Atase Kepolisian Nasional Timur Leste untuk Jakarta Armando Montero mengatakan, Kepolisian Nasional Timor Leste dan Polri telah menandatangani dua MoU terkait kerjasama penanganan kejahatan antar negara.
“Pertama penanggulangan dan pencegahan kejahatan lintas batas antara Kepolisian Nasional Timor Leste dengan Bareskrim Polri, yang kedua penanganan dan penanggulangan tindak kejahatan narkotika dengan BNN,” ujarnya.
Menurut Armando, selama penanganan masalah tindak kejahatan lintas negara, koordinasi dan komunikasi berjalan baik
“Ada 3 polres yang berbatasan langsung dengan Indonesia, yaitu kita ada Polres Telu dengan Polres Maliana, Ovalima dengan Polres Malaka, Okusi dengan Polres,” ujarnya.
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Mastur











