PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID -Puluhan pemuda serta politisi muda Kabupaten Pandeglang mengikuti diskusi panel yang diselenggarakan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pandeglang.
Diskusi panel digelar SMSI mengangkat tema pemuda dan kepahlawanan.
Adapun politisi muda yang turut menghadiri diantaranya Anggota DPR RI Rizki Aulia Rahman Natakusumah, Anggota DPRD Provinsi Banten Fitron Nur Ikhsan, Wakil Ketua DPRD Pandeglang TB Asep Rafiudin, dan Ketua Fraksi PKB DPRD Pandeglang Ade Muamar.
Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Rizki Natakusumah mengatakan, secara kasat mata pembangunan ekonomi di Pandeglang sudah berjalan.
“Ditandai dengan banyaknya bangunan rumah gedong. Kemarin saya ke Pasir Koleang Cisata, banyak bangunan rumah makin bagus, artinya pembangunan ekonomi berjalan,” katanya dalam acara diskusi panel di Cafe Hamparan Pandeglang, Jumat (26/11).
Rizki menegaskan, pembangunan sudah berjalan ini harus tentunya harus terus dipompa lajunya. Supaya tambah cepat lagi.
“Jadi bagaimana kita bisa mempercepat laju ekonomi. Maka diri itu kita harus bikin ekonomi yang asyik,” katanya.
Membuat ekonomi asyik ini tentunya perlu dorongan dari para pemuda untuk membangun kekuatan ekonomi bukan hanya di kota tetapi sampai di kampung-kampung. Supaya terjadi pemerataan pembangunan ekonomi.
“Oleh karena itu kita harus merangkul banyak orang majukan Pandeglang. Kita harus ciptakan Pandeglang terbuka buat bisnis dan nyaman investasi,” katanya.
Selain itu, dibutuhkan kolaborasi antara semuanya untuk sama-sama membangun Kabupaten Pandeglang.
“Saya di pusat menyuarakan tambahan anggaran dari pusat ke daerah lalu DPRD provinsi dan kabupaten menjalankan tupoksi masing masing tapi masyarakat bukan berarti tidak punya peran, ini peran kita jadi kita bagi tugas ke depan bisa jauh lebih sukses dari hari ini,” katanya.
Anggota DPRD Provinsi Banten Fitron Nur Ikhsan menyatakan, kesuksesan anak muda sebagai seorang pahlawan tidak didefinisikan bagi keberhasilan capaian diri sendiri.
“Kita memiliki kapasitas tapi tak ada satu orangpun hidup dari kita, apalagi sampai menghalangi kehidupan dan kemajuan orang lain itu bukan pahlawan. Yang harus kita pikirkan bagaimana kita bisa membangun kesadaran seseorang untuk bisa menemukan tujuan dengan menemukan tujuan itu kita bisa sama-sama menyadarkan lagi dan kemudian tujuan terbangun kita bisa sukses bersama, itu tujuan dari pembangunan kepahlawanan pemuda,” katanya.
Fitron menegaskan, bahwa tujuan dari pembangunan Pandeglang bukan membangun di Pandeglang, harus disadari bersama pembangunan di Pandeglang adalah membangun Pandeglang. Membiarkan investor datang dan membangun Pandeglang menjadi daerah maju.
“Namun kemudian kesiapan SDM kita kalau tidak siap menjadi penonton, tapi harus kita kedepankan membangun Pandeglang jiwanya dan raganya, manusianya dan fisiknya dan ini tidak mungkin dengan hanya dilakukan pemerintah anak muda adalah salah satu potensinya. Anak muda nyalakan api, jadi saya mengajak semua saatnya kita nyalakan lentera menjadi cahaya lalu bisa memandu orang untuk bisa maju secara bersama-sama,” katanya.
Wakil Ketua DPRD Pandeglang Asep Rafiudin menuturkan, bahwasannya pemuda-pemuda Pandeglang yang kreatif dan mampu menjadi pahlawan bagi dirinya sendiri.
“Jumlah pemuda hebat di Pandeglang itu harus terus diperbanyak sehingga Pandeglang bisa menjadi daerah mandiri atau tidak terlalu tergantung pada pemerintah,”katanya.
Ketua Fraksi PKB DPRD Pandeglang Ade Muamar mengajak, kepada semua warga Pandeglang bersama-sama memajukan Pandeglang.
“Terutama kalangan pemuda menjadi generasi penerus bangsa. Yang harus memiliki motivasi untuk membangun Pandeglang,” katanya.
Ketua SMSI Pandeglang, Muhaemin menjelaskan, bahwa acara diskusi panel digelar dalam rangka meningkatkan wawasan dan menularkan jiwa kepahlawanan.
“Terutama kepada kalangan anak muda di Pandeglang. Oleh karenanya dalam diskusi panel ini kita undang komponen pemuda perwakilan Organisasi Kepemudaan (OKP), akademisi, perwakilan wartawan, pengusaha dan Kakak Teteh Pandeglang,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan












