RADARBANTEN.CO.ID – Media Radar Banten ikut serta dalam “Gerakan Indonesia Membaca” yang diadakan Serikat Perusahaan Pers (SPS) di Taman Jaletreng, Kecamatan Setu, Kota Tangsel, Rabu, 30 November 2022.
Pada kesempatan itu, Radar Banten membuka stand pameran berdampingan dengan stand-stand media cetak yang beredar di Provinsi Banten.
Kepala Biro Radar Banten Tangerang Raya, Agung S. Pambudi mengatakan, sebagai media yang sudah puluhan tahun menghiasi pemberitaan di Provinsi Banten, Radar Banten berkewajiban untuk ikut berpartisipasi dalam gerakan semangat membaca dan membudayakan gerakan literasi.
Lebih jauh Agung mengatakan, media cetak seperti koran, buku dan majalah masih sangat relevan untuk dibaca oleh masyarakat, terutama sekali oleh pelajar dan mahasiswa, sebagai sumber refrensi menambah pengetahuan dan wawasan.
Menurutnya, media cetak sejauh ini masih menjunjung tinggi kualitas dari informasi yang disuguhkan dan wartawannya ditekankan untuk tetap menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dalam setiap tulisannya, sehingga berita yang dihasilkan jauh dari berita hoax.
“Dengan begitu, kami berharap banyak dari pelajar dan mahasiswa yang mau mengenal media cetak dan yang terpenting dengan membaca, maka akan menambah ilmu pengetahuan dan wawasan teman-teman pelajar dan mahasiswa,” jelas Agung.
Agung menambahkan, Radar Banten juga berkomitmen untuk mengikuti perkembangan teknologi dan minat kaum mileni, sehingga selain memiliki koran, Radar Banten juga memiliki media online RADARBANTEN.CO.ID, channel Youtube Radar Banten dan podcast Radar Banten, serta siaran Banten TV.
“Hal ini juga sebagai bentuk komitmen kami dalam menangkap kemauan anak-anak muda dan menangkap perkembangan teknomogi, sehingga Radar Banten tetap mengisi pemberitaan di Provinsi Banten dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya.
Sementara itu Walikota Tangsel Benyamin Davnie yang turut diundang dalam kegiatan “Gerakan Indonesia Membaca” mengungkapkan, diera disrupsi informasi seperti sekarang ini, kaum milenial harus bisa mencari sumber refrensi lain yang masih dipercaya selain hanya mengandalkan informasi di gadget semata.
“Bahwa sekarang dibangkitkan kembali “Gerakan Indonesia Membaca”, saya kira sebuah momentum yang sangat penting sekali untuk menyelamatkan anak bangsa dari ketergantungan kita terhadap handphone. Bagaimanapun perkembangan teknologi banyak sisi positifnya, tetapi sisi negatifnya juga harus kita kenali,” ucap Benyamin.

Menurut Benyamin, membaca media cetak seperti koran, buku dan majalah saat ini masih dibutuhkan kaum milenial, karena keunggulan media cetak tidak bisa tergantikan oleh teknologi.
“Saya tidak bisa membayangkan kalau kita membaca sejarah hidup Nabi Muhammad karangan Husain Haekal yang tebalnya 500-600 halaman, kemudian kita membacanya di handphone yang kecil itu, mata kita pasti sakit dan akhirnya menambah minus atau plus di mata,” ujar Benyamin.
Sementara itu Ketua Dewan Pembina Komunitas Masyarakat Gemar Membaca (Magma), Airin Rachmi Diany mengatakan, bahwa media cetak seperti koran dan majalah saat ini masih sangat relevan untuk diikuti.
Menurutnya, ada lima keunggulan dari media cetak yang menurutnya masih belum tergantikan oleh media online salah satunya, media cetak tidak bisa di copy paste isi beritanya maupun foto, mengakses berita tidak memerlukan kuota internet, tidak terganggu iklan pop-up, menyamankan mata dalam membaca, serta informasi lebih lengkap, berimbang dan valid.
“Karena masih ada kesempatan dari teman-teman wartawan media cetak mencari informasi lebih jauh sebelum ditayangkan, makanya beritanya lebih lengkap, berimbang dan valid,” ucapnya.
Reporter: Syaiful Adha.











