CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – SSB Citra mempertanyakan keputusan panitia yang mendiskualifikasi timnya dari ajang Piala Presiden Regional Kota Cilegon U-12.
Meski berhasil menjuarai pertandingan final dengan kemenangan telak 4-0 atas Duta Yunior di Stadion Geger Cilegon, Minggu 31 Mei 2026.
Keputusan tersebut membuat manajemen SSB Citra kecewa. Sebab selama turnamen berlangsung, SSB Citra mencatatkan empat kemenangan dan satu hasil imbang tanpa pernah mengalami kekalahan.
Official Manager SSB Citra, Uung Rosdiana, mengatakan pihaknya tidak menerima jika timnya dianggap melakukan pemalsuan data pemain sebagaimana yang menjadi dasar diskualifikasi.
Menurutnya, seluruh pemain yang diturunkan telah melalui proses skrining yang dilakukan panitia dan tim verifikator sebelum kompetisi dimulai.
“Saya tidak mencuri umur, mencuri data, yang dibawa data asli. Tetap mereka kekeh kami dipanggil kembali, bermusyawarah lah, oke saya terima salah tempel foto,” katanya kepada wartawan.
Uung menjelaskan, sejak awal seluruh dokumen pendukung seperti akta kelahiran, Kartu Keluarga (KK), dan Kartu Identitas Anak (KIA) telah diperlihatkan kepada tim verifikasi dan dinyatakan memenuhi syarat.
Ia mengakui sempat terjadi kesalahan administrasi saat menempelkan foto pemain ke dalam buku pemain karena proses pelengkapan dokumen dilakukan secara bertahap.
“Karena saya tidak hafal nama nama anaknya, saya nempel itu akhirnya salah orang, secara dokumen sudah benar, cuma foto ajh, dipertandingan juga data diri anak anak itu bawa, kalau ada keluhan kita siap menunjukkan,” ujarnya.
Persoalan tersebut, kata Uung, baru muncul saat babak semifinal ketika pihak panitia memanggil manajemen SSB Citra untuk melakukan klarifikasi.
Dalam pertemuan itu, pihaknya telah menjelaskan bahwa yang bermasalah hanyalah foto pemain, bukan identitas maupun usia pemain.
“Dipertandingan berikutnya kita tidak ada masalah, begitu semi final itu ada pemanggilan saya Manager dari Citra , nama itu sudah disahkan oleh tim skrining, bahkan akta kelahiran, kartu keluarga, KIA, saya bawa dan sudah disahkan,” tuturnya.
Uung mengungkapkan, sempat muncul keputusan bahwa status juara pertama SSB Citra dianulir menjadi juara kedua. Namun saat pengumuman resmi, nama SSB Citra justru tidak tercantum dalam daftar juara.
“Di seksi pertandingan berbicara lagi, diputuskan bahwa oke Citra di anulir dari juara satu juara dua, oke tim Manajer citra terima, begitu pengumuman semua tidak ada juara citra itu, itu yang jadi tanda tanya besar,” katanya.
Ia menegaskan pihaknya akan mengajukan surat resmi dan meminta audiensi dengan PSSI untuk memperoleh kejelasan terkait keputusan tersebut.
“Intinya kami tidak mau tercorengnya gara gara pencurian umur atau manipulasi data, langkah yang akan kami tempuh mau duduk bersama bersurat dengan PSSI,” pungkasnya.
Editor: Bayu Mulyana









