TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID-Seluruh atlet peraih medali emas Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten VI diminta untuk kembali mempersiapkan diri mengikuti seleksi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) di Aceh dan Sumatera Utara tahun 2024.
Pasalnya, tidak ada jaminan bagi atlet peraih medali emas Porprov Banten VI langsung dipilih mewakili Provinsi Banten pada pagelaran PON mendatang.
Sekretaris Umum Komite Olahraga Nasional (KONI) Banten, Koswara Poerwasasmita menegaskan, akan ada seleksi pra-PON bagi seluruh atlet, tidak terkecuali atlit yang tidak meraih juara sama sekali masih berkesempatan mengikuti seleksi pra-PON.
“Tidak serta merta peraih medali emas Porprov Banten VI diikutsertakan ke PON. Akan ada seleksi pra-PON. Maka, atlit yang tidak meraih juara di Porprov masih berkesempatan ikut PON,” ujar Koswara, Jumat, 2 Desember 2022.
Koswara mengatakan, seleksi pra-PON akan dilakukan dengan diadakannya pengamatan kepada seluruh atlet di masing-masing cabor yang memiliki potensi besar juara.
Kemudian, atlit yang memiliki potensi besar juara itu dipilih untuk mengikuti Pelatihan Jangka Panjang (PJP) pra-PON.
Lanjutnya, melalui seleksi pra-PON kemudian akan diambil juara 1,2 dan 3. Tahapan dilanjutkan kembali dengan melakukan seleksi pada zona atau wilayah cabang olahraga (cabor).
“Pengurus Besar (PB) cabor juga tidak menentukan seleksi dalam 1 wilayah saja. Biasanya 3 sampai 4 wilayah. Kalau atletnya juara 1 di wilayahnya belum tentu dipilih, karena ada 3 wilayah lain yang juara. Nah, kita evaluasi lagi,” jelasnya.
Koswara kembali menegaskan, dari pengalaman Porprov Banten selama ini, atlet peraih medali emas justru ada yang tidak lolos pra-PON. Dan atlit yang tidak meraih juara Porprov ada yang berhasil mengikuti PON karena lolos sleeksi pra-PON dengan performa terbaik.
“Makanya saya bilang, tidak serta merta (atlet peraih medali emas Porprov lolos ke PON-red). Banyak yang tidak lolos. Kenapa? Karena persaingan di pra-PON,” tegasnya.
Sementara itu Ketua KONI Kota Tangerang Hadi Rusman mengatakan, pihaknya akan mempersiapkan atletnya dalam menghadapi pra-PON. Bahkan ia juga akan terus menjaga atlit peraih medali emas tetap pada performa terbaiknya.
“Persiapan PON itu panjang, 2 tahun. Jadi persiapan merekapun panjang dari persiapan fisik dan mental. Kami akan persiapkan atlet kita,” ujarnya.
Hadi mengakui tidak menutup kemungkinan atlet peraih emas memasuki masa-masa sulit atau drop. Namun itu hal biasa, karena naik turunnya mental atlet, oleh sebab itu dilakukan pembinaan mental melalui tim psikiatri.
“Namanya orang latihan pasti ada turun naiknya,, tapi kita berusaha menjaga mental juara mereka,” ujarnya.
Reporter: Syaiful Adha.











