PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Puluhan orang yang mengenakan seragam ormas Perkumpulan Seni Budaya (PSB) Banten bersitegang dengan sejumlah wartawan yang sedang melakukan tugas jurnalistik di Mapolres Pandeglang.
Saat itu sejumlah wartawan akan mengambil gambar Yangto, oknum anggota DPRD Pandeglang, yang keluar dari ruang penyidik Unit PPA Polres Pandeglang untuk memberikan keterangan setelah ditetapkan tersangka pencabulan.
Berdasarkan pemantauan RADARBANTEN.CO.ID, insiden itu terjadi karena diduga ada oknum berseragam PSB Banten mendorong beberapa wartawan yang sedang melakukan peliputan.
Salah satu korbannya Ari Supriadi, wartawan salah satu surat kabar. Ari Supriadi mendapatkan perlakuaan tidak menyenangkan dan tugasnya merasa terhalangi saat akan melakukan peliputan hasil pemeriksaan Yangto sebagai tersangka pencabulan.
Diketahui bahwa oknum anggota PSB saat itu melakukan pengawalan terhadap Yangto usai menjalani pemeriksaan oleh Penyidik Polres Pandeglang.
“Kami merasa dihalang-halangi oknum ormas PSB karena kenapa, mereka menghalangi tugas kami. Mereka menghalang-halangi bahkan melakukan aksi dorong saat kami akan melakukan pengambilan gambar oleh rekan wartawan,” kata Ari kepada RADARBANTEN.CO.ID, Selasa, 20 Desember 2022.
Oknum PSB itu mendorong cukup kuat. Akhirnya Ari terjatuh di pintu masuk Unit PPA Polres Pandeglang.
“Kami menilai ini upaya arogansi oknum anggota PSB dan berupaya menghalangi tugas jurnalistik. Bahwa jelas ini adalah pelanggaran Undang-Undang Pers dan bisa diancam pidana” katanya.
Pada kesempatan itu, Satria Pratama selaku kuasa hukum Yangto mengaku kehadiran anggota ormas PSB melakukan pengawalan di luar dari sepengetahuannya.
“Kita enggak tahu, ini organisasi di luar dari organisasi kita. Kita lawyer, jadi kita enggak tahu karena ini organisasi bukan milik kita,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan











