LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Cuaca ekstrem yang terjadi dalam dua hari terakhir membuat ribuan nelayan di Lebak selatan tidak melaut.
Para nelayan memilih berdiam diri di rumah, sambil menunggu kondisi cuaca membaik.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Binuangen Ahmad Hadi menyatakan, para nelayan di Lebak selatan mayoritas tidak melaut sejak Kamis (22/12). Kondisi tersebut akibat gelombang tinggi dan angin kencang yang menerjang wilayah Lebak selatan.
“Iya, banyak nelayan yang tidak melaut sejak kemarin. Bahkan jumlahnya mencapai ribuan orang,” kata Ahmad Hadi kepada Radar Banten, Jumat 23 Desember 2022.
Hadi mengungkap, pengelola TPI di beberapa kecamatan di Lebak selatan sudah diperingatkan untuk tidak melaut. Hal itu sesuai dengan peringatan dini yang disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
“Para nelayan enggak mau ambil resiko. Jika memaksakan pergi melaut maka akan membahayakan keselamatan,” ujarnya.











