LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Cuaca ekstrem yang terus melanda wilayah Kabupaten Lebak membuat para nelayan di Muara Binuangeun, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak tidak berani untuk pergi melaut.
Mereka pun sudah mendaratkan perahu tangkap ikan mereka selama satu bulan ini. Mereka pun lantas mencari pundi-pundi rupiah dari pekerjaan lain agar bisa tetap menghidupi keluarga mereka.
Wading Griana, salah satu nelayan di Kecamatan Wanasalam mengatakan, cuaca ekstrem telah menimbulkan gelombang tinggi dua sampai empat meter di perairan pantai Lebak Selatan. Dirinya dan para nelayan lainnya pun kini lebih memilih memperbaiki kapal dibandingkan pergi melaut.
“Cuaca sekarang lagi ga bersahabat pa, makanya dari pada pergi melaut kita lebih pilih buat cari uang dari sumber lain. Kaya kuli, atau sekedar memperbaiki kerusakan pada kapal sebelum digunakan lagi,” kata Wading, Rabu 28 Desember 2022.
Wading mengatakan, selain memperbaiki kapal, dirinya juga kerap menarik ojek di pasar Binuangeun. Karena menurutnya, dari sanalah dirinya bisa mencari pundi-pundi rupiah untuk menghidupi keluarganya.
“Memang ga seberapa pa, tapi alhamdulillah masih bisa beli beras sama lauk buat makan keluarga di rumah,” katanya.
Hal yang sama dialami oleh Nasir. Ia mengaku bersedia melakukan pekerjaaan apapun asalkan halal demi menafkahi keluarganya pa.
“Sekarang karena ga melaut, saya ngojek di pasar pa. Kadang kuli juga, ikut benerin kapal yang rusak. Pokoknya apa aja yang penting halal,” pungkasnya.
Reporter : Yusuf Permana
EDITOR : Merwanda











