LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Cuaca ekstrem yang terus melanda wilayah Kabupaten Lebak membuat sektor pariwisata menjadi lesu, khususnya di momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) kemarin.
Bahkan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lebak mencatat adanya penurunan okupansi hotel dan penginapan hingga 98 persen.
Penurunan yang sangat tajam itu disebabkan banyak wisawatan yang membatalkan bookingan hotel dan penginapan mereka.
Mereka membatalkan pesanan hotel lantaran takut dengan isu cuaca ekstrem khsususnya di daerah Lebak bagian Selatan.
Kepala Bidang Destinasi pada Disbudpar Lebak, Usep Suparno mengatakan, saat momen Nataru kemarin hanya ada 45.031 wistawan yang berlibur ke wilayah Kabupaten Lebak.
“Cuaca ekstrem telah membuat wisata bahari mengalami penurunan kunjungan yang sangat tajam, yang berdampak pada banyaknya wisatawan yang membatalkan rencana perjalanan wisata, pembatalan reservasi hotel, home stay, dan lainnya. Persentase penurunan kurang lebih sebesar 98 persen saat libur Nataru atau sebanyak 246.480 orang pada kondisi normal dengan capaian kunjungan tahun ini untuk Wisata Bahari sebanyak 3.081 orang,” kata Usep kepada Radar Banten, Jumat 6 Januari 2022.
Katanya, jika dibandingkan jumlah kunjungan wisata saat Nataru pada tahun 2019 di masa normal memang mengalami penurunan yang signifikan yaitu sebesar 80 persen dari total kunjungan wisata 249.561 orang Tahun 2019.











