CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota Cilegon menerapkan beragam kebijakan untuk mencegah stunting sebagai salah satu fokus pembangunan wilayah.
Mengingat, prevalensi balita stunting di kota Cilegon masih tinggi, yakni sekitar 19 persen berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022.
Karena itu upaya pencegahan stunting menjadi hal rutin yang perlu dilakukan.
Dukungan terhadap upaya ini dilakukan pula oleh PT Indo Raya Tenaga (IRT) di Kelurahan Lebakgede, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon.
Pemilik Pembangkit Listrik Tenaga Uap Ultra Super Critical (PLTU USC) Jawa 9 & 10 itu menyalurkan bantuan uang Rp18.900.000 untuk membantu penanganan tujuh anak yang mengalami stunting selama enam bulan ke depan lewat program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS).
Lurah Lebakgede, Fatoni menjelaskan, dari seluruh Posyandu di kelurahan itu, ada 37 anak balita mengalami tengkes atau stunting karena pertumbuhan mereka di bawah kurva pertumbuhan balita.
“Kelurahan lalu memberikan gizi tambahan kepada balita tersebut,” kata Fatoni.











