Konflik bersenjata merupakan bagian integral dari sejarah manusia. Sebab pada masa lalu konflik ini selalu berdarah dan mengakibatkan banyak korban manusia.
Seorang anak pada masa lalu digunakan di medan perang dalam tentara di masa lalu. Anak-anak di daerah yang dilanda perang tidak punya banyak hal untuk dicari. Mereka mudah untuk di doktrin oleh tentara di masa lalu.
Hal tersebut dikarenakan pada setiap konflik, anak-anak mudah untuk dipengaruhi baik secara halus maupun secara paksa. Umumnya mereka mendapatkan ancaman maupun doktrin bahwa berjuang di sisi pemberontakan akan membuat mereka menjadi pahlawan bagi negara dan bangsanya.
Dampak dari Penggunaan Tentara Anak dalam Konflik yaitu dalam dunia psikologi anak menjadi trauma bekas tentara tersebut, oleh karena itu banyak pihak yang memberikan langkah awal dalam menyelesaikan masalah ini yaitu dengan dengan mendampingi anak melakukan terapi kesehatan jiwa kepada ahli psikologi, diharapkan dapat menjadi langkah awal penyelesaian masalah tersebut.
Berbagai organisasi anak dan hak asasi manusia memuji langkah tersebut dan merayakannya dengan Hari Anti Penggunaan Tentara Anak Internasional untuk menarik perhatian dunia terhadap isu penggunaan anak dalam konflik bersenjata. Mereka menggunakan simbol tangan merah untuk mengampanyekan isu ini.
Reporter : Ratu Yasinta Bella
Editor : Abdul Rozak










