RADARBANTEN.CO.ID – Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) memberi peringatan dini terjadinya potensi cuaca ekstrem di wilayah Indonesia sepanjang tanggal 22 -29 Februari 2023. Salah satu wilayah yang diharuskan siaga menghadapi cuaca ekstrim hujan lebat yaitu Provinsi Banten.
Menurut Deputi Bidang Meteorologi BMKG
Guswanto mengatakan, BMKG telah memonitor perkembangan kondisi cuaca di seluruh wilayah Indonesia.
“Termonitor ada potensi cuaca ekstrem yang dipicu aktivitas Monsoon Asia yang menguat. Yang dapat meningkatkan aktifitas konvektif dan memaksimalkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia,” katanya dalam rilis diterima RADARBANTEN.CO.ID, Kamis 23 Februari 2023.
Potensi pertumbuhan hujan lebat terjadi dalam beberapa hari ke depan. Yaitu dari tanggal 22 Februari sampai 29 Februari 2023.
“Untuk periode tanggal 22-24 Februari 2023 wilayah yang perlu siaga untuk mewaspadai hujan lebat itu di tujuh provinsi. Meliputi sebagian wilayah, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur,” katanya.
Selanjutnya, wilayah lainnya juga perlu siaga karena memang potensi curah hujan tinggi terjadi sepanjang 22 Februari sampai 28 Februari. Wilayah yang perlu waspada yaitu mulai dari, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau.
Kepulauan Riau, Bengkulu, Sumatra Selatan, Lampung, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur. Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara dan Papua Barat
“Selain hujan lebat, perlu diwaspadai gelombang tinggi tinggi di wilayah perairan Indonesia. Yang berpotensi terjadi pada tanggal 23-24 Februari,” katanya.
Potensi tinggi gelombang 2,5 – 4 meter berpeluang di perairan Samudra Hindia Selatan Jawa Timur hingga NTB dan Perairan Utara Kepulauan Anambas – Kepulauan Natuna.
“Tinggi Gelombang 4 – 6 meter berpeluang terjadi di Laut Natuna Utara. Direkomendasikan kepada pihak terkait agar melakukan persiapan-persiapan menghadapi cuaca ekstrem,” katanya.
Persiapan yang dilakukan diantaranya, memastikan kapasitas infrastruktur dan sistem tata kelola sumber daya air siap untuk mengantisipasi peningkatan curah hujan. Melakukan penataan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak melakukan pemotongan lereng atau penebangan pohon yang tidak terkontrol serta melakukan program penghijauan secara lebih masif.
“Melakukan pemangkasan dahan dan ranting pohon yang rapuh serta menguatkan tegakan atau tiang agar tidak roboh tertiup angin kencang. Dan menggencarkan sosialisasi, edukasi, dan literasi secara lebih masif untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian Pemerintah Daerah, masyarakat serta pihak terkait dalam pencegahan atau pengurangan risiko bencana hidrometeorologi (banjir, longsor, banjir bandang, angin kencang, puting beliung dan gelombang tinggi),” katanya.
Persiapan lainnya, yaitu mengintensifkan koordinasi, sinergi, dan komunikasi antar pihak terkait untuk kesiapsiagaan antisipasi bencana hidrometeorologi.
“Serta terus memonitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Ahmad Lutfi











