“Seni dalam hal ini musik dan puisi itu menyeimbangkan otak kanan dan kiri kita dan tentunya mengasah kepekaan hati. Pemuda di Banten harus terus berkarya,” katanya.
Menurut Firman, para pemuda di Banten dalam menekuni musikalisasi puisi sudah memiliki modal. Hal itu dibuktikan dengan ketika ia menjadi juri lomba musikalisasi puisi yang diadakan oleh Kantor Bahasa Banten atau lembaga lainnya banyak yang antusias dan sama-sama memiliki kemampuan dalam bermusik.
“Tinggal diberi stimulus dan motivasi saja. Paling penting juga adalah fasilitas yang mendukung di tempat mereka bermukim, baik di sekolah maupun di lingkungan sosial lainnya,” katanya. (*)
Reporter : Fauzan Dardiri
Editor: Agung S Pambudi











