“Saya akui desa Mandalawangi memang banyak potensinya. Mulai dari sumber air yang melimpah juga karakter masyarakat yang mau untuk dibina. Sehingga Rumah Amal melihat akan ada hal baik yang tercipta untuk kebermanfaatan lebih luas,” ungkap Syahrial.
Rial menambahkan bahwa dirinya senang dengan karakter masyarakat Mandalawangi yang kooperatif. Bahkan sejak tahun 2021 telah banyak program yang digulirkan, seperti penyaluran bantuan yatim, literasi, dan ekonomi.
Diketahui program Pemberdayaan ekonomi budidaya Ikan Nila merupakan hasil dari kerja sama yang terjalin dua tahun belakangan ini.
Desa Mandalawangi menjadi desa kedua yang dibina oleh Rumah Amal. Belum lama ini, Rumah Amal juga telah meresmikan desa binaan di Desa Wonotinggal, Yogyakarta. Di sana ikan yang dibudidayakan adalah ikan Lele.
Sementara itu, salah satu warga binaan Johansyah Hamami, yang juga ketua kelompok Satria Binangkit menyampaikan kesan mendalam terhadap program ini. Baik ketika masa pelatihan atau pendampingan, hingga saat dirinya merasa sangat terbantu dan senang atas program ini.
“Terima kasih Rumah Amal, kami merasa terbantu dan tentunya sangat bahagia. Berkat program ini kami memiliki kegiatan, terutama bapak-bapak di sini menjadi punya tanggung jawab dan keahlian untuk budidaya ikan dan merawatnya,” ungkap Johan.(muhdi-genrb)










