PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaksanakan workshop penyusunan draft nol rencana kontingensi gempa bumi dan tsunami di Kabupaten Pandeglang.
Penyusunan draft nol rencana kontingensi gempa bumi dan tsunami dilakukan BNPB bersama dengan Pemkab Pandeglang di Hotel Horison Altama, Pandeglang.
Perwakilan Direktorat Kesiapsiagaan BNPB Ardhy Abetriawan mengatakan, penyusunan kontingensi di Pandeglang terkait dengan potensi ancaman tsunami yang di trigger dari gempa bumi.
“Sudah disampaikan juga oleh BMKG beberapa potensi ancaman itu memang bisa berdampak kepada Kabupaten Pandeglang. Khususnya gempa bumi yang mengakibatkan bencana tsunami,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, di Hotel Horison Altama, Pandeglang, Selasa, 4 April 2023.
Ardhy menjelaskan, tujuan dari kontingensi setelah ada potensi tersebut tentunya, dalam hal ini Pemda perlu membuat langkah antisipasi. Salah satunya adalah rencana kontingensi ini, yang melibatkan seluruh OPD terkait, organisasi terkait, tidak menutup kemungkinan juga dari pihak akademisi ya memang, bisa terlibat di dalamnya.
“Tapi semua itu memang, Pemda yang menentukan, pihak mana saja yang terlibat. Intinya dari rencana kontingensi ini memudahkan ketika memang bencana tidak kita harapkan itu terjadi, terus memang terjadi terutama bencana gempa bumi dan tsunami, dari kejadian itu Pemda menetapkan status daruratnya,” katanya.
Setelah itu, akan dilanjutkan penetapan komando struktur penanganan darurat, yang ditindaklanjuti melakukan operasi penanganan darurat. Minimal ada pentunjuk awal mekanisme operasinya seperti apa, struktur komandonya seperti apa, terus identifikasi SDM seperti apa.
“Dibanding kalau tidak ada rekon terjadi bencana harus melakukan operasi tentu itu akan berangkat dari nol. Jadi di masa tenang kita susun rencana ketika bencana itu terjadi tidak berangkat dari nol lagi Pemda melakukan penanganan darurat rencana sudah ada,” katanya.
Kalau memang sebelum operasi darurat perlu melihat lagi dampak bencananya. Jadi penyusunan kontingensi ini sebagai antisipasi dini karena potensinya ada.
“Supaya tidak gagap, jadi penting menyusun rencana kontingensi. Untuk membangun komitmen bersama dalam penanganan bencana gempa bumi dan tsunami,” katanya.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD dan PK) Kabupaten Pandeglang.
“Jadi kontingensi ini, penyusunan rencana kontingensi disusun sesuai potensi bencana yang ada di daerah tersebut. Di Pandeglang ada banjir, longsor, gempa bumi, tsunami, kekeringan, nah sekarang ini tengah menyusun kontingensi gempa bumi dan tsunami,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor : Aas Arbi











