PANDEGLANG, RADARABANTEN.CO.ID – Isak tangis pecah di halaman Pendopo Bupati Pandeglang saat ratusan keluarga melepas keberangkatan calon jemaah haji (CJH), Sabtu 9 Mei 2026 dini hari. Sebanyak 393 CJH asal Kabupaten Pandeglang diberangkatkan menuju Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji.
Ratusan jemaah tampak saling berpelukan dengan keluarga sebelum menaiki bus yang membawa mereka menuju Embarkasi Cipondoh, Kota Tangerang. Suasana haru menyelimuti pelepasan rombongan yang telah menanti bertahun-tahun untuk berangkat haji.
Dari total 393 jemaah, sebanyak 164 orang merupakan laki-laki dan 216 perempuan. Mereka diberangkatkan menggunakan 10 armada bus dan didampingi 13 petugas haji yang bertugas memastikan pelayanan administrasi hingga kesehatan selama perjalanan.
Rombongan dijadwalkan menjalani pemeriksaan akhir di Embarkasi Cipondoh sebelum diterbangkan menuju Arab Saudi. Pelepasan CJH dilakukan langsung oleh Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani, dan Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi di Pendopo Bupati Pandeglang sekitar pukul 03.00 WIB.
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Banten, Samsudin, mengatakan para jemaah tergabung dalam kloter 17 dan akan didampingi sejumlah petugas haji selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Ia menyebut jemaah termuda dalam rombongan tersebut bernama Syifa Ferdinand Nisa yang berusia 18 tahun. Sementara jemaah tertua tercatat berusia 102 tahun.
Selain itu, Samsudin juga mengingatkan para jemaah untuk menjaga kesehatan selama perjalanan dan berada di Arab Saudi. Ia meminta jemaah memanfaatkan waktu istirahat dengan baik mengingat perjalanan menuju embarkasi memakan waktu cukup lama.
“Manfaatkan waktu untuk istirahat, jangan terlalu banyak ngobrol supaya kondisi tetap fit saat sampai di embarkasi,” kata Samsudin dalam sambutannya.
Ia juga mengingatkan jemaah hanya diperbolehkan membawa tiga jenis tas, yakni tas kabin, tas bagasi, dan tas kecil. Jemaah diminta mengikuti aturan selama berada di Tanah Suci serta menyampaikan kendala kepada petugas pendamping.
Sementara itu, Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah, meminta para jemaah tidak memaksakan diri mengejar ibadah sunah apabila kondisi fisik tidak memungkinkan. Menurutnya, ibadah haji membutuhkan kesiapan ilmu dan kesehatan.
“Bapak Ibu kalau berangkat haji perlu yang namanya keilmuan dan kesehatan. Jangan sprinter, harus maraton. Alon-alon asal kelakon supaya tidak tereliminir karena sakit,” ujar Dimyati.
Dimyati juga menaruh perhatian khusus terhadap jemaah lanjut usia, termasuk seorang jemaah berusia 102 tahun yang turut berangkat tahun ini. Ia menyarankan penggunaan kursi roda bagi jemaah yang memiliki keterbatasan fisik agar ibadah berjalan lancar.
Menurutnya, cuaca panas di Arab Saudi dan jarak tempuh yang cukup jauh antara penginapan dan masjid mengharuskan jemaah pandai mengatur waktu dan menjaga stamina.
Sementara itu, Bupati Pandeglang, Dewi Setiani, turut berpesan agar seluruh jemaah menjaga nama baik daerah dan Indonesia selama berada di Tanah Suci. Ia meminta jemaah saling membantu dan menjaga kekompakan selama menjalani ibadah.
“Jaga kesehatan, jaga kekompakan, dan saling membantu antar jemaah. Hormati aturan dan tunjukkan bahwa masyarakat Pandeglang adalah masyarakat yang santun,” kata Dewi.
Editor: Bayu Mulyana











