TANGERANG, RADADBANTEN.CO.ID – Video rekaman CCTV seorang lansia di Sidoarjo Jawa Timur viral di media sosial.
Viralnya video tersebut lantaran lansia yang diketahui bernama Giniati (56), asal Desa Tenggulunan, Kecamatan Canci, Sidoarjo, menjadi korban tabrakan kereta api , Selasa, 4 April 2023.
Dalam video singkat tersebut, tampak Giniati yang saat itu sedang mengendarai sepeda motor matik bernomor polisi W 2179 NDU tidak menyadari akan kedatangan kereta api dari arah timur.
Beberapa detik sebelum peristiwa naas tersebut terjadi, laju motor yang dikendarai Giniati sempat melambat akibat melintasnya seekor kucing. Namun, Giniati memutuskan melanjutkan perjalanannya menerobos jalur tanpa palang pintu tersebut.
Hal itu terungkap dalam unggahan akun media sosial Twitter @Midjan_La_2.
“Sudah di kasih pertanda kurang baik sama kucing Rekaman CCTV Detik-detik Pemotor Wanita Tertabrak Kereta Api di Sidoarjo,” tulisnya dikutip RADARBANTEN.CO.ID dari akun @Midjan_La_2, Selasa, 4 April 2023.
Video tersebut kini telah disaksikan sebanyak 79 ribu kali dan menuai banyak reaksi netizen.
“Kena setan budeg kali mbah,” tulis akun @RanggaLupaLagi.
“Sumpah bingung banget itu kucingnya dari mana ya?” tulis akun @effendianwar.
“Perhentian tanpa palang pintu tanpa penjaga ilegal kok bisa woles gitu nyebrang…Mungkin masukan buat lingkungan disana dikasih polisi tidur yg banyak sebelum rel DNA pasang peringatan yg besar untuk menghindari orang lewat yg ngelamun,” tulis akun @writergreax.
“Klo sempet ngerem menghindar nabrak kucing mungkin bisa sadar.. Ini kayak ngeblank gak ada reaksi sm sekali..,” tulis akun @icatlevy.
“kucingnya dari 7 thn yg lalu udh ada jir. emg penunggu relnya,” tulis akun @ifanher_.
“Itu kucing kayanya mau ngasih tau biar dia berenti dlu,” tulis akun @ristianchand.
“pertama, dari segi keamanan perlintasan udah ga aman kedua, dicek apakah si alm ini memakai sejenis headset ngeri sih, kalo dah perlintasan kiri kanan tertutup bangunan tu ngeri, apalagi kombinasi case pertama dan kedua,” tulis akun @Fafabukannamaku. (*)
Reporter: Angger Gita Rezha
Editor: Agus Priwandono











