Semakin dipenuhi keinginan anaknya, maka perilaku tantrum akan semakin berkembang, bahkan levelnya bisa semakin meningkat.
Kenapa hal tersebut bisa terjadi? Karena bisa jadi anak berpikir dengan perilaku tantrum ia bisa mendapatkan apa pun yang ia inginkan.
Oleh karena itu, orangtua perlu belajar untuk mengatasi perilaku tantrum pada anak agar tidak menjadi kebiasaan dan pembesaran sifat pada anak.
Lalu, bagaimana semestinya orangtua bersikap untuk menyikapi masalah tantrum pada anak tersebut?
Psikolog Agus Fitria, S.Psi dalam artikel yang ia tulis di sardjito.co.id menjelaskan, untuk menyikapi permasalahan tantrum pada anak, orangtua harus mampu membimbing dan mengajarkan cara yang baik agar anak mampu bersikap positif dan mampu berkomunikasi secara efektif dengan orangtua dan lingkungannya.
Beberapa cara yang dilakukan oleh orangtua untuk menyikapi tantrum anak, di antaranya, bersikap tenang, jangan membalas anak dengan teriakan, kemudian jangan terpancing dengan kemarahan anak dan jangan memaksa atau mengadu kekuatan dengan anak.
Orangtua perlu tahu penyebab anak mengalami tantrum. Dengan mengetahui penyebabnya, tantrum bisa dicegah dan dapat memperpendek rentang waktunya.
Cara lain untuk menyikapi tantrum anak adalah dengan mengalihkan perhatian anak kepada hal lain yang lebih menarik.
Jika terjadi di tempat umum seperti toko mainan atau pusat perbelanjaan, orangtua bisa menempatkan anak di tempat aman. Namun, tetap dalam pengawasan meski dari kejauhan sampai anak merasa lelah dan tantrumnya mereda.
Soal intimidasi tatapan orang lain, abaikan hal tersebut. Karena jika dituruti bisa membuat anak memanfaatkan tantrum sebagai cara untuk memanipulasi Anda dan hal tersebut bisa terjadi terus-menerus hingga ia dewasa.
Tunjukkan padanya bahwa Anda mencintai mereka tapi tidak dengan perilaku tantrum yang mereka tampilkan.
Anda harus bertahan untuk tidak memenuhi keinginannya. Selain itu, jangan pernah berteriak, mencubit, memukul, atau memberikan hukuman secara fisik kepada anak saat memunculkan perilaku tantrum.
Reaksi negatif seperti itu akan memperburuk perilaku tantrum dan akan menimbulkan kemarahan mendalam pada anak.
Jika tantrum sudah mereda, peluklah anak dengan pijatan lembut di sekitar punggungnya sambil katakan dengan tegas dan jelas bahwa ia tidak akan mendapatkan apa yang ia inginkan dengan cara demikian dan sampaikan alasan dengan jelas mengapa keinginannya tidak dapat segera dipenuhi saat ini. (bam/don)

