SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – BKMG mengeluarkan siaran pers terkait cuaca panas yang berlangsung saat ini. Berdasarkan siaran pers yang dikeluarkan BMKG pada 25 April 2023 kemarin, gelombang panas Asia masih berlangsung, namun tidak terjadi di Indonesia. Untuk itu, BKMG mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap waspada.
Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Kelas I Serang Tarjono mengatakan, saat ini sebagian wilayah Banten sudah memasuki awal musim kemarau, dan akan diikuti oleh Zona Musim (ZoM) yang lainnya. “Kemarau tahun ini diprediksi oleh BMKG adalah kemarau kategori normal,” ujar Tarjono kepada RADARBANTEN.CO.ID, Kamis, 27 April 2023.
Meskipun begitu, ia mengatakan, seperti diketahui bersama bahwa dua sampai tiga tahun lalu Banten mengalami musim kemarau yang masih terdapat curah hujan yang cukup signifikan atau disebut kemarau basah. Namun, musim kemarau normal tahun ini mungkin akan dirasakan lebih panas. “Memang di beberapa daerah sudah ada yang suhu udaranya mencapai 35 derajat Celcius, tetapi tidak setiap hari terjadi,” ungkapnya.
Tarjono mengatakan, kondisi panas ini diprediksi BMKG bakal berlangsung sampai Oktober nanti.
Sementara Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, semenjak pekan lalu hingga hari ini, hampir sebagian besar negara-negara di Asia Selatan masih terdampak gelombang panas atau “heatwave”. Badan Meteorologi di negara-negara Asia seperti Bangladesh, Myanmar, India, China, Thailand, dan Laos telah melaporkan kejadian suhu panas lebih dari 40 derajat Celcius yang telah berlangsung beberapa hari belakangan dengan rekor-rekor baru suhu maksimum di wilayahnya. Badan Meteorologi Cina (CMA) melaporkan lebih dari 100 stasiun cuaca di Cina mencatat suhu tertinggi sepanjang sejarah pengamatan instrumen untuk bulan April ini. Di Jepang “panas yang luar biasa” juga teramati dalam beberapa hari terakhir.
Kumarkhali, kota di distrik Kusthia, Bangladesh menjadi daerah terpanas dengan suhu maksimum harian yang tercatat sebesar 51,2 derajat Celcius pada 17 April 2023.
Sedangkan 10 kota terpanas di Asia lainnya terjadi sebagian besarnya berada di Myanmar dan India. Di Indonesia, suhu maksimum harian tercatat mencapai 37,2 derajat Celcius di Stasiun Pengamatan BMKG di Ciputat pada pekan lalu, meskipun secara umum suhu tertinggi yang tercatat di beberapa lokasi berada pada kisaran 34 derajat Celcius sampai 36 derajat Celcius hingga saat ini. “Suhu panas bulan April di wilayah Asia secara klimatologis dipengaruhi oleh gerak semu matahari, namun lonjakan panas di wilayah sub-kontinen Asia Selatan, kawasan Indochina dan Asia Timur pada tahun 2023 ini termasuk yang paling signifikan lonjakannya,” terang Dwikorita.
Para pakar iklim menyimpulkan bahwa tren pemanasan global dan perubahan iklim yang terus terjadi hingga saat ini berkontribusi menjadikan gelombang panas semakin berpeluang terjadi lebih sering. Fenomena panas ini terjadi akibat dari adanya gerak semu matahari yang merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun, sehingga potensi suhu udara panas seperti ini juga dapat berulang pada periode yang sama setiap tahunnya.
Sedangkan secara indikator statistik suhu kejadian, lonjakan suhu maksimum yang mencapai 37,2 derajat Celcius melalui pengamatan stasiun BMKG di Ciputat pada pekan lalu hanya terjadi satu hari tepatnya pada tanggal 17 April 2023. Suhu tinggi tersebut sudah turun dan kini suhu maksimum teramati berada dalam kisaran 34 hingga 36 derajat Celcius di beberapa lokasi. Variasi suhu maksimum 34 sampai 36 derajat Celcius untuk wilayah Indonesia masih dalam kisaran normal klimatologi dibandingkan tahun- tahun sebelumnya. Secara klimatologis, dalam hal ini untuk Jakarta, bulan April sampai Juni adalah bulan-bulan di mana suhu maksimum mencapai puncaknya, selain Oktober-November.
Reporter : Rostinah
Editor : Merwanda











