Pada seleksi kedua, dirinya membuat esai dengan tema “Guru Literatur di Era 4.0” dan seleksi terakhir berupa wawancara.
Namanya terdengar pada acara puncak yang diselenggarakan secara hybrid di Balai Kota Surakarta dan secara online pada Kamis (04/05/23).
Pada awalnya, dirinya tidak percaya bisa menjadi juara pada kompetisi tersebut.
“Berasa seperti mimpi bisa jadi juara, tapi percaya bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil. Berkat doa dan dukungan temen-temen, Alhamdulillah mendapat juara,” jelasnya.
Banyak hal yang dapat kita pelajari dari seorang Aldi Reihan yang teguh akan proses yang dijalaninya dengan penuh semangat dan inspirasi yang ditorehkannya sepenuh hati.
“Jangan banyak mengeluh di tengah keterbatasan, tapi temukan peluang dari setiap apa yang terjadi,” pesannya.
Editor Haidaroh











