Guys, kali ini kita bakal kenalan Muhamad Rama Saputra, mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, yang lolos seleksi event Student Mobility ke Turki dan Mesir.
Rama mampu melewati tahapan seleksi administrasi dan wawancara pada event Student Mobility ke Turki dan Mesir.
Pemuda kelahiran Kota Bogor ini, menjadi salah satu perwakilan fakultas Ushuluddin dan Adab dalam kegiatan Student Mobility bersama keempat kawannya yang dikirim ke dua negara, Turki dan Mesir.
Persyaratan administrasi meliputi nilai IP 3,70, sertifikat internasional, mampu berbahasa arab tulis dan lisan.
Setelah dinyatakan lolos tahap administrasi, selanjutnya adalah proses tes tulis dan wawancara berbahasa arab, membaca kitab kuning, serta menjelaskan pemikiran tokoh Mesir dan turki, dan percakapan bahasa Arab.
“Alhamdulillah Allah sudah mengatur semuanya. Dulu rencana pengen kuliah di al-Azhar Mesir, tapi karena satu dan lain hal, akhirnya memutuskan kuliah di UIN. Karenan keinginan kuat buat ke mesir, alhamdulillah Allah jawab doa saya yang terlaksana pada kegiatan Internasional Student Mobilty ke Mesir dan Turki,” jelasnya.
Dirinya mengaku sangat menikmati pembelajaran pada kegiatan yang dilakukan selama 21 hari, di mana 3 hari di Turki untuk berdiskusi bersama mahasiswa Universitas Sakarya Turki dan mengadakan seminal Internasional.
Sedangkan 8 hari yang dihabiskannya di Mesir dengan studi sejarah ke tempat bersejarah, seperti Pyramid, Mathap al-Qoumi Lil Hadoroh al-Mishiriyah (Museum), Qol’ah (Benteng), Sungai Nil, dan sebagainya.
Serta dauroh di Alexandria dibawah bimbingan Maulana Syaikh Ala Muhammad Musthofa Naimah.
Setelah mengikuti kegiatan tersebut, dengan tekan dan mimpi yang sama, dirinya berharap bisa melanjutkan sruti S2 di salah satu kampus yang telah dikunjunginya di Turki atau di Mesir.











