CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Kota Cilegon. Alya Haura Zahra, mahasiswi Program Studi Sastra Arab Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UI), berhasil meraih Juara 1 kategori Radio Drama Bahasa Arab sekaligus penghargaan Script Terbaik dalam ajang Modern Language Olympiad (MLO) tingkat internasional kawasan ASEAN.
Alya, mahasiswi asal Cilegon, Banten, mengungkapkan bahwa ketertarikannya pada Bahasa Arab telah tumbuh sejak duduk di bangku SMA. Minat tersebut berawal dari kegemarannya menulis cerita sejak usia dini yang kemudian berkembang menjadi kecintaan terhadap dunia bahasa.
“Sejak SD saya sudah senang menulis cerita dan berbagai hal menarik. Seiring waktu, ketertarikan itu saya kembangkan dan aplikasikan ke Bahasa Arab hingga akhirnya menjadi passion,” ujar Alya dalam keterangan tertulis yang diterima Radar Banten, Selasa 30 Desember 2025.
Ia menilai, lingkungan budaya Cilegon dan Banten yang kaya nilai tradisi turut membentuk perjalanan akademiknya. Menurut Alya, bahasa merupakan jembatan penting untuk memahami dunia luar sekaligus sarana untuk menjaga dan mengapresiasi identitas budaya.
Modern Language Olympiad (MLO) merupakan kompetisi bahasa modern berskala internasional di kawasan ASEAN yang menguji kemampuan bahasa dan kreativitas peserta melalui berbagai kategori, seperti penulisan, drama, dan presentasi. Ajang ini diikuti oleh peserta dari seluruh negara anggota ASEAN.
Dalam kompetisi tersebut, Alya bersama timnya memilih kategori Radio Drama Bahasa Arab dengan mengangkat tema perjuangan anak-anak di Gaza. Karya tersebut dikemas dalam bentuk drama audio bernuansa humanis dan emosional, sehingga dinilai unggul dari sisi orisinalitas cerita, kekuatan narasi, serta ketepatan penggunaan Bahasa Arab.
Proses seleksi diawali dari penjaringan internal Universitas Indonesia untuk menentukan perwakilan program studi. Alya kemudian mengikuti seleksi daring pada 30 Oktober 2025 dan bersaing dengan ratusan peserta dari berbagai negara. Dari tahapan tersebut, terpilih lima besar (Top 5) yang berhak melaju ke babak final dan menghadiri Malam Gala di UiTM Shah Alam, Malaysia.
Dalam proses kreatifnya, Alya dan tim melalui tahap brainstorming ide, riset budaya, hingga penyusunan dialog sesuai kaidah Bahasa Arab. Mereka juga berlatih intonasi dan ekspresi suara agar pesan cerita dapat tersampaikan dengan kuat.
“Persiapan kami sekitar satu bulan. Tantangan terbesarnya adalah menyelaraskan naskah yang autentik dalam Bahasa Arab dengan durasi siaran yang terbatas,” jelasnya.
Pengalaman tampil di ajang internasional ASEAN menjadi momen berharga bagi Alya. Ia merasakan atmosfer kompetisi yang kompetitif namun tetap menjunjung tinggi keberagaman budaya. Menurutnya, peserta dari Indonesia memiliki keunggulan dalam memadukan ekspresi budaya lokal dengan bahasa asing secara kreatif.
Editor: Mastur Huda











