Keterangan asal nama Banten bisa diperoleh dari buku Pakem Banten karya Tb. H. Achmad dicetak Drukkerij tahun 1935, nama Banten berasal dari bahasa jawa “katiban inten” atau kejatuhan intan.
Masuknya agama Islam disinyalir menjadi faktor utama penamaan Banten. Perjalanan sejarah awal Banten yang dimulai dari penganut kepercayaan, masuknya agama Hindu dan Budha, hingga agama Islam datang mengajarkan berbagai pengetahuan.
Pengetahuan yang dibawa dan diajarkan agama Islam di Banten meliputi pengetahuan umum, hukum fikih, serta ilmu tentang pokok-pokok agama (ushuludin) bagaikan intan yang jatuh dan bercahaya terang di wilayah Banten. Kata “katiban inten”, selanjutnya diringkas menjadi Banten.
Dalam keterangan lain juga menyebutkan Banten berasal dari kata “Bantahan” yang diprakarsai sikap tidak mau tunduk pada peraturan penjajahan Belanda.
Bisa diketahui pula sebelum islam masuk, kerajaan dengan corak Hindu pernah berdiri ditanah Banten, yang dikenal dengan nama Banten Girang.
Secara etimologi dan makna, kata “Banten” intim dengan kebudayaan Hindu karena mengacu pada adat kebiasaan pemenuhan spiritual berupa sesajian (sesajen).
Dikutip dari laman dpmptsp.banten pada tahun 1988 Franco-Indonesia Excavation melakukan riset di Banten Girang dan mengatakan bahwa telah ada permukiman di daerah Banten pada abad ke 11-12 pada masa kerajaan sunda.
Selain itu pula, kata “Banten” dahulu digunakan untuk menamai sungai dan daerah sekelilingnya, Cibanten atau sungai Banten. Dataran lebih tinggi yang dilalui sungai ini disebut Cibanten Girang, lalu disingkat dengan Banten Girang.***
Editor: Haidaroh











