SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Penyidik Satreskrim Polresta Serang Kota memeriksa waiters atau pelayan tempat hiburan malam di Mal Ramayana. Pemeriksaan ini menyusul kematian seorang pengunjung yang diduga terjatuh dari lantai empat salah satu mal di Kota Serang tersebut pada Kamis, 18 Mei 2023.
“Iya, kita sudah lakukan pemeriksaan terhadap waitersnya dan teman korban,” ujar Kepala Satreskrim Polresta Serang Kota Ajun Komisaris Polisi (AKP) David Adhi Kusuma, Jumat, 19 Mei 2023.
David mengaku, pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab kematian korban Syahrul Mubarok (21). Soalnya, penyidik masih melakukan serangkaian proses penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut.
“Kami masih melakukan proses penyelidikan,” kata David.
Sebelumnya, Kasi Humas Polresta Serang Kota AKP Iwan Sumantri mengatakan, peristiwa yang terjadi di Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Serang, Kota Serang, itu diduga disebabkan oleh pengaruh minuman keras (miras).
“Dugaannya akibat pengaruh minuman beralkohol,” ujar Iwan.
Iwan menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi Miftah (22), ia sempat menenggak miras bersama korban. Barulah setelah menenggak miras tersebut, warga Kampung Kepandean, Desa Ciruas, Kabupaten Serang, itu berjalan ke pembatas jalan dan bergelantungan di lantai empat Mal Ramayana.
“Ada saksi lain yang melihat korban naik ke pembatas jalan lalu bergelantungan dan memegang pembatas yang terbuat dari besi. Saat memegang pembatas besi tersebut, korban terjatuh,” kata Iwan.
Saksi lain, Tb M Haikal, disebutkan sempat mengabaikannya. Akan tetapi, warga Kelurahan Bangkuyung, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang, ini kemudian memutuskan kembali lagi ke mal sekira 04.30 WIB.
Saat berada sekitar lokasi, ia melihat korban sudah dalam kondisi tergeletak bersimbah darah di lantai dasar Mal Ramayana.
“Saksi ini melihat korban bergelantungan sekira pukul 03.00 WIB atau saat dia keluar dari lantai empat mal dengan mengendarai mobil,” ujar Iwan.
Melihat ada korban tergeletak di basement, Haikal melaporkannya kepada petugas keamanan.
Petugas keamanan yang mendapat informasi itu langsung mengecek lokasi dan melaporkannya kepada aparat kepolisian.
Tak lama setelah menerima informasi tersebut, petugas kepolisian tiba di lokasi kejadian. Polisi lalu memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Usai olah TKP digelar, jasad korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara.
“Untuk korban sudah dievakuasi ke rumah sakit,” tutur Iwan. (*)
Reporter: Fahmi Sa’i
Editor: Agus Priwandono












