TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID Pemkab Tangerang mengosialisasikan tata cara berkurban jelang Idul Adha 1444 Hijriah.
Sosialisasi tersebut mengajarkan bagaimana cara pemilihan hewan kurban, cara pelaksanaan pemotongan, dan penanganan daging kurban sesuai syariat Islam.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, Asep Jatnika Sutrisno mengatakan, sosialisasi tersebut dilakukan di tiga lokasi.
DPKP mengundang pengurus serta panitia penyembelihan hewan kurban pada masjid dan mushala di 29 Kecamatan di Kabupaten Tangerang.
“Sebabnya, kita harus melakukan penyembelihan hewan kurban itu harus dengan cara yang benar, tidak boleh sembarangan,” ujar Asep, Jumat, 26 Mei 2023.
Kata Asep, dalam proses penyembelihan hewan kurban jangan sampai daging hasil sembelihan menjadi tidak higienis dan tidak halal.
“Makanya, hal ini harus kita perhatikan,” ucapnya.
Asep mengungkapkan, pihaknya juga telah bekerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Tangerang dalam sosialisasi tersebut.
” Dengan harapan, DMI juga ikut membantu untuk memberi materi pelatihan pemotongan hewan kurban,” ungkapnya.
Menurut Asep, untuk kriteria hewan kurban adalah ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal). Sebab, katanya, jangan sampai sapi atau hewan ternak lain yang akan dikurbankan belum cukup umur dan kondisinya tidak sehat.
“Nah, untuk hewan kurban yang halal adalah yang usianya sudah dua tahun dan sehat,” ucapnya.
Untuk lalu lintas hewan kurban, seperti sapi, kerbau, kambing, dan domba dipastikan akan sangat padat, sehingga perlu koordinasi dan pengawasan untuk mencegah menyebarkan penyakit hewan seperti antraks, PMK, dan LSD.
“Untuk mencegah penyakit hewan kurban, kami akan melakukan pengawasan lalu lintas hewan dan produk hewan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner pada DPKP Joko Ismadi mengungkapkan, peserta pelatihan tersebut diberikan sertifikat telah mengikuti pelatihan dari DPKP Kabupaten Tangerang.
“Semoga pengurus atau panitia kurban yang mendapatkan pelatihan beserta sertifikatnya dapat mentransfer ilmu dan pengalaman mereka ini ke masyarakat,” tutupnya. (*)
Reporter: Mulyadi
Editor: Agus Priwandono











