TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tangerang melakukan penyuluhan pengenalan dan pencegahan penyakit gagal ginjal kronik.
Penyuluhan tersebut dilakukan bersama Indonesia Kidney Care Club (IKCC) dan berlangsung di Gedung Rawat Jalan, RSUD Kabupaten Tangerang, Sabtu, 17 Juni 2023.
Wakil Direktur Pelayanan RSUD Kabupaten Tangerang, dr Mohamad Rifki mengatakan, penyuluhan kesehatan tersebut memberikan pemahaman mengenai terapi pengganti ginjal. Dan kegiatan tersebut dihadiri sebanyak 100 pasien yang mengidap penyakit ginjal.
“Penyuluhan tersebut sengaja dilakukan, karena untuk memberikan edukasi dan juga pengetahuan kepada masyarakat khususnya pasien di RSUD ini,” ujarnya.
Sebab, katanya, kesehatan ginjal ini perlu dijaga agar tidak berdampak buruk yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, salah satunya adalah gagal ginjal.
Menurut Rifki, penyuluhan tersebut merupakan upaya antisipasi terhadap penyakit ginjal kronik. Karena, katanya, beberapa materi penting yang disampaikan berupa informasi terkait penyakit ginjal serta faktor risiko yang dihadapi oleh pengidap penyakit ginjal kronik.
“Nah, untuk penyakit ginjal kronik ini juga harus dapat dikenali secara dini,” pungkasnya.
Dokter spesialis penyakit dalam pada RSUD Kabupaten Tangerang, dr Ariani Intan Wardhani mengungkapkan, pemeriksaan fungsi ginjal sangat penting untuk mengidentifikasi penyakit ginjal sedini mungkin, sehingga dapat ditata laksana dengan tepat.
“Jadi sebenarnya, kalau faktor risiko ini diketahui lebih awal dan mendapatkan tatalaksana yang tepat, kita dapat mencegah pasien dari penyakit ginjal kronik,” ungkapnya.
Dirinya berharap, melalui kegiatan tersebut, berbagai informasi yang diperoleh dapat tersampaikan dan dapat diketahui oleh pasien, keluarga pasien maupun masyarakat umum. Sehingga, mereka dapat mengetahui gejala penyakit ginjal dan langkah antisipasinya sejak dini
“Yang terpenting adalah kita harus menjaga pola makan sehat, aktivitas fisik dengan berolah raga dan juga menjaga pola tidur,” tutupnya. (*)
Reporter: Mulyadi
Editor: Agus Priwandono











