TANGSEL,RADARBANTEN.CO.ID-Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda) Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PITS) Tubagus Hendra Suherman, berbicara mengenai strategi bisnis PITS, usai berubah badan hukum dari Perusahaan Holding (PT) menjadi Perseroda yang khusus mengelola air bersih.
Menurut Hendra, pihaknya telah menyusun tiga roadmap strategi bisnis untuk mencari benefit untuk pemasukan APBD Pemkot Tangsel. Ia mengatakan, tahun ini pihaknya mulai membangun instalasi untuk menambah sambungan baru bagi masyarakat di Pamulang, Ciputat dan Ciputat Timur.
Diketahui saat ini PITS telah memiliki 6.500 pelanggan dari masyarakat Pamulang, Ciputat dan sebagian masyarakat di Ciputat Timur, dimana masyarakat membayar tagihan rata-rata Rp 150-250 ribu perbulan tergantung pemakaian air per kubik.
Selain itu PITS juga menyalurkan air bersih untuk 22 Unit Meter Besar (UMB) yakni untuk ritel, mall dan kawasan komersil lainnya, dengan harga 10 ribu permeter kubik.
“Kita rencanakan di triwulan ketiga ini selesai melakukan sambungan baru dengan total 1.407 sambungan baru di perumahan Serpong, Pamulang, Ciputat dan Ciputat Timur dengan dana investasi dari penyertaan modal APBD dan kerjasama pihak ketiga,” ujar Hendra kepada RADARBANTEN.CO.ID di kantornya, Selasa 27 Juni 2023.
Hendra mengatakan, pihaknya juga akan memanfaatkan proyek bendungan air yang sedang dibangun di kawasan Lebak yang menjadi proyek strategis nasional.
Jika proyek bendungan air ini selesai dibangun, maka PITS memiliki sumber air baku baru untuk membangun instalasi pengolahan air sendiri.
“Di dalam RPJMD Pemkot Tangsel mencanangkan di tahun 2026 dapat menargetkan 1.378 liter per detik air untuk masyarakat, nah sekarang ini baik dari pihak swasta yang bekerjasama dengan kami sudah melayani 700 liter per detik air, masih 50 persen targetnya, tetapi kalau proyek bendungan nasional ini berjalan maka target itu bisa tertutup,” jelasnya.
Tak hanya sampai di situ, Hendra menambahkan, pihaknya saat ini juga masih menunggu pengambil alihan instalasi air dari swasta di Tangsel yang izinnya telah habis.
Menurutnya, izin pengelolaan air bersih oleh sawasta di Tangsel sudah terjadi 25 tahun lamanya, sehingga seluruh instalasi pengelolaan air tersebut dapat diambil Pemkot Tangsel untuk dihibahkan dan dikelola PITS.
Hendra berharap target-target dari strategi bisnis PITS sebagai upaya menggenjot pemasukan dari pengelolaan air bersih yang saat ini tengah berjalan mampu terlaksana pada Triwulan ketiga bulan ini.
“Di triwulan ketiga memang banyak kita serapan unitnya, inikan bagian strategi inovasi,” jelasnya. (*)
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Agung S Pambudi












