PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Bupati Pandeglang Irna Narulita mendoakan 1.656 guru yang baru saja diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) jabatan fungsional guru menjadi aparatur sipil negara (ASN).
Pernyataan itu disampaikan Bupati Pandeglang Irna Narulita usai menyerahkan SK pengangkatan PPPK jabatan fungsional guru di Gedung Graha Pancasila Pandeglang.
Menurut Bupati, Guru PPPK menjadi garda terdepan untuk mencetak generasi hebat.
“Kami menyerahkan 1.655 SK pertama di Provinsi Banten. Semoga bulan depan mereka sudah bisa mendapatkan gaji pokok,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Selasa, 27 Juni 2023.
Semoga mereka juga bisa menjadi ASN. Diakui pemerintah mendapatkan pensiun pabila ada dinamika, perubahan Peraturan Perundang – Undangan.
“Dan bisa saja, mengapa tidak dinamika Undang – Undang mereka juga bisa menjadi calon kepala sekolah. Semoga Allah SWT menurunkan malaikat dan diijabah doa – doa kita semua, amiin,” katanya.
Bupati mengingatkan, bahwa profesi mulia ini betul – betul berkesinambungan. Mutu pendidikan di Kabupaten Pandeglang ini harus melahirkan generasi yang soleh, soleha profesional, yang punya integritas.
“Ibu imbau agar ada seorang guru bisa terus memberikan motivasi dan contoh. Bisa jadi dinamika peraturan Perundang – Undangan bisa berubah, bisa jadi PPPK ke depan menjadi kepala sekolah SD dan SMP. PPPK itu tidak beda dengan PNS, belum tentu tidak mendapat pensiun karena aturan dinamis, berubah – rubah bisa jadi Allah kabulkan karena apa prestasinya tunjukin dulu, kan dinilai, tidak hanya satu tahun, dua tahun,” katanya.
Oleh karenanya, Bupati berharap, PPPK geraknya cepat untuk mengangkat mutu pendidikan semakin baik. Bisa jadi dinamika perubahan itu ada dan bisa mendapatkan pensiun bisa menjadi kepala sekolah, mengapa tidak dengan prestasi yang hebat yang ditorehkan.
“Ini Pandeglang bagaikan, kertas putih kertas kosong yang akan diwarnai oleh anak – anak peserta didik kita. Sehingga ayok bergerak tanamkan budi pekerti, karakteristik anak – anak kita di lihat di jaga, ayomi mereka, karena ini syarat namanya merdeka belajar,” katanya.
Lalu, lakukan interaksi dua arah, yakni melihat minat dan bakat peserta didik sudah dilihat dari semenjak SD dan SMP. Jadi tidak dilihat lagi di SMA untuk jurusan IPA atau IPS.
“Sehingga mereka jadi sesuai background skil mereka masing – masing. Tapi untuk adanya kondusifitas, di sekolah guru juga harus turut monitor pakis anak – anak dan tanamkan nilai Pancasila menjadi anak Pancasilais,” katanya.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia ( BKPSDM ) Kabupaten Pandeglang, Mohammad Amri mengatakan, sebanyak 1.656 SK PPPK secara simbolis telah diserahkan oleh Bupati kepada guru.
“Sebanyak 1.656 SK pengangkatan PPK guru ditandatangani oleh Bupati dalam waktu singkat. Bayangin tiga hari selesai penandatanganan supaya SK bisa segera diterima oleh para guru,” katanya. Katanya.
Guru SMP 3 Cibaliung, Ahmad Jaenudin mengaku terharu dan sangat bersyukur bisa diangkat menjadi PPPK setelah sekian puluh tahun mengabdi.
“Sekian tahun menantikan momentum ini. Kami semua bersyukur kepada Allah dan berterimakasih kepada Ibu Bupati,” ucapnya.
Jaenudin menuturkan, bahwa perjalanan menjadi PPPK lumayan panjang. Dirinya sudah dua kali ikut tes Computer Assisted Test (CAT) namun tidak lolos karena quota dan pasing grade.
“Segala proses dari awal, dua kali CAT tidak lulus putus sudah harapan kami. namun kami percaya dengan pemimpinan kami yang selalu berjuang untuk kami dan Alhammdulillah ada penilaian observasi dan alhamdulillah kami lulus,” imbuhnya.
“Pengangkatan kami ini, menjadi bukti Ibu kita Bupati Irna sayang kepada anaknya. Semoga ibu diberi kesehatan dan kekuatan,” katanya.
Reporter: Purnama Irawan
Editor: Aditya











