TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sosoknya yang kerap dianggap hama, membuat keberadaan musang kerap diburu di berbagai daerah.
Tak hanya untuk dijadikan bahan konsumsi, musang saat ini juga dijadikan trend binatang peliharaan. Bahkan, berbagai negara di Asia pun menjadikan binatang omnivora ini sebagai binatang peliharaan dan dihargai hingga belasan juta rupiah.
Zhiii, spesialis musang asal Jombang, Tangerang Selatan menjelaskan, alasan dirinya tertarik mengembangbiakkan musang berawal dari hobi. Dari hobi tersebut, ia kini fokus menekuni pengembangbiakkan musang leucistic sejak empat tahun lalu.
“Di kami mengembangbiakan musang pandang, musang akar dan musang akar, musang ferret (musang luar negeri,red),” ujar Zhiii kepada RADARBANTEN.CO.ID, Sabtu 22 Juli 2023.
Zhiii mengatakan, untuk memelihara dan mengembang biakan musang disarankan untuk memilih yang masih anakan.
Hal itu akibat adanya kesamaan karakter musang dengan kucing dan anjing. Dengan kesamaan karakter tersebut, musang dapat diajak main dengan manusia jika sudah jinak dan terbiasa dengan manusia.
Zhiii mengatakan, trend permintaan musang di Tangerang saat ini meningkat. Hal itu akibat tingginya permintaan musang ternakan untuk dijadikan binatang peliharaan. Tercatat, hasil ternakannya sudah sampai diekspor ke Jepang dan Thailand.
“Untuk permintaan domestik kita pernah ngirim ke Jawa, Sumatera, DKI Jakarta, Kalimantan. Dan untuk luar negerinya kita ke Jepang dan Thailand,” imbuh wanita berusia 37 tahun ini.
“Untuk ke Jepang dan ke Thailand kita paling sering ngirim ke sana,” tambahnya.
Zhiii mengatakan, untuk jenis musang leucistic paling digemari di Jepang dan Thailand. Untuk jenis musang tersebut berusia 3 bulan dihargai Rp 13 juta hingga Rp 17 juta per ekornya.
Khusus pengiriman ke luar negeri, sambung Zhiii, dirinya menggunakan pet cargo agar musang saat dikirim tidak stres. Sebelum dikirim, musang sudah diberi vaksin.
Dirinya mengaku musang yang akan dikembangbiakan tidak mengambil dari alam agar rantai makanan dan kelestarian alam tetap terjaga.
Adapun perbedaan musang ternakan dan tangkapan alam berada pada karakternya yang jinak. Musang ternakan sudah terbiasa dan sering berinteraksi langsung dengan manusia sehingga jinak.
Data yang dihimpun, dalam sebulan wanita berusia 37 tahun ini mengirim 20-30 ekor musang di dalam negeri dan 10 ekor ke luar negeri.
Reporter: Angger Gita Rezha
Editor: Aas Arbi











