SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Polda Banten dan jajaran telah melaksanakan Operasi Patuh Maung 2023. Operasi yang digelar sejak tanggal 10 hingga 23 Juli 2023 tersebut mencatat 9.745 pelanggaran lalu lintas.
Dari 9.745 pelanggaran lalu lintas tersebut terdapat 2.669 pengendara diberikan sanksi berupa tilang.
Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Didik Hariyanto mengatakan, pengendara yang ditilang tersebut karena melakukan pelanggaran lalu lintas yang kesalahannya tidak dapat ditolerir. Sedangkan, 7.076 pengendara diberikan sanksi berupa teguran.
“Selama Operasi Patuh Maung 2023, kami mencatat terdapat 9.745 pelanggaran. Dari jumlah itu, enam ribu sekian diberikan sanksi tilang,” kata Didik, Senin, 24 Juli 2023.
Didik menjelaskan, sanksi tilang tersebut tidak dilakukan melalui tindakan petugas secara manual di lapangan. Akan tetapi, tilang terhadap pelanggar lalu lintas tersebut dilakukan melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) statis dan ETLE mobile. “Untuk tilang manual tidak ada,” kata Didik.
Didik mengatakan, berdasarkan data rekapitulasi Operasi Patuh Maung 2023, jumlah pelanggaran lalu lintas yang disanksi melalui tilang mengalami kenaikan drastis jika dibandingkan tahun lalu.
Pada tahun 2022, jumlah pelanggar lalu lintas yang dikirim surat pelanggaran sebanyak 344 pelanggar. “Untuk teguran mengalami kenaikan, jumlahnya sebanyak 8.183 pada tahun lalu,” kata alumnus Akpol 1999 tersebut.
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Banten Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Firman Darmansyah mengungkapkan, dalam operasi tersebut terdapat tujuh macam sasaran operasi.
Pertama, tidak menggunakan helm standar nasional Indonesia. Lalu, tidak menggunakan sabuk pengaman, pengendara yang melawan arus, menggunakan knalpot brong atau tidak standar, pengendara motor yang membonceng lebih dari satu orang.
“Berkendara dalam pengaruh alkohol dan menggunakan ponsel saat berkendara,” ujar Firman.
Firman menambahkan, metode yang digunakan dalam operasi tersebut adalah dengan menggunakan ETLE statis dan ETLE mobile. “Kemudian nanti jika dalam keadaan tertentu, petugas kita siapkan untuk tilang manual atau non elektronik pada saat pengaturan lalu lintas serta kita juga mengedepankan edukasi, sosialisasi dan tindakan-tindakan yang humanis,” tutur Firman. (*)
Reporter: Fahmi
Editor: Aas Arbi












