SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) pengusung Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto yang terdiri dari Partai Gerindra, Golkar, PAN, dan PKB meyakini bahwa Prabowo akan menang pada Pemilu 2024, khususnya di wilayah Banten.
Keempat partai itu yakin dengan perolehan kursi saat ini, yang mana KKIR mempunyai kursi terbanyak di DPR dan berkaca pada Pemilu 2019 lalu suara Prabowo unggul dari Joko Widodo (Jokowi).
Mereka pun kini tengah merangkai strategi dalam menentukan langkah bersama untuk memenangkan Prabowo lagi di Banten.
DPD PKB Lebak mengakui bahwa dengan bergabungnya Golkar dan PAN pada koalisi membuat pihaknya semakin percaya diri alias pede akan kemenangan Prabowo di Pemilu 2024.
“Dengan bergabungnya PAN dan Golkar membuat koalisi ini menjadi koalisi gemuk, kita jadi semakin optimis yang awalnya kita hanya berdua tapi sekarang berempat kita akan memenangkan di Pilpres 2024,” kata Ketua DPD PKB Lebak Acem Dimyati kepada Radar Banten, Jumat, 18 Agutus 2023.
Acep mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan konsolidasi secara internal dengan DPW PKB Banten untuk menentukan langkah ke depan. Namun, dirinya secara personal sudah mulai membangun komunikasi dengan pimpinan parpol koalisi baik dari Gerindra, Golkar, maupun PAN di Lebak.
“Nanti itu akan berjalan dengan sendirinya dalam momen-momen tertentu kegiatan-kegiatan partai misalkan untuk PKB ada kegiatan tertentu pasti kami undang dari PAN, Golkar dan Gerindra sebagai wujud konsolidasi dan saling menguatkan,” ucapnya.
Ia mengatakan, kemanangan Prabowo di Banten dipastikan akan terulang kembali seperti Pilpres 2019. Saat ini memiliki basis masa yang cukup besar, khususnya dari koalisi yang identik dengan organisasi keagamaan baik Muhammadiyah maupun Nahdlatul Ulama.
“Kita optimis akan lebih dari Pilpres 2019, karena jika dulu Gerindra didukung hanya oleh dua partai sekarang ada empat partai. Terlebih Banten merupakan lumbung suara kami,” tandasnya.
Pihaknya mendorong agar Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dapat mendampingi Prabowo di Pilpres sebagai calon wakil presiden (cawapres).
“Dalam salah satu klausul perjanjian atau pun koalisi yang pertama dibangun dengan PKB bahwa siapapun cawapres dari Prabowo itu harus seizin dari PKB. Ada kemungkinan ini dari PKB gitu (cawapres,-red) karena dalam perjanjian awal itu ya semuanya itu ditentukan oleh kedua partai, baik Gerindra maupun PKB, termasuk dalam menentukan cawapres,” pungkasnya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor : Aas Arbi











