TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID-Pemerintah Kota Tangsel meyakini sumber polusi udara terbesar karena gas emisi kendaraan.
Pemkot Tangsel pun akan memberlakukan pembatasan kendaraan pada hari libur atau car free day dan pembatasan kendaraan pada malam hari atau car free night.
Walikota Tangsel, Benyamin Davnie mengungkapkan, dirinya mendorong perluasan cakupan dan lamanya car free day di wilayah Bintaro dan Serpong, bahkan ia juga akan memberlakukan car free night di tempat-tempat tertentu.
“Mudah-mudahan minggu depan sudah bisa jalan, car free night juga. Saya rencanananya hari ini akan rapat membahas ini,” ujar Benyamin di acara Gala Launch IFOLK FEST 2023 di Ruang Blandongan Puspemkot Tangsel, Rabu, 23 Agustus 2023.
Benyamin mengatakan, ia juga terus menggalakan uji emisi kendaraan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Tangsel.
Ia menegaskan, terkait uji emisi bahkan sudah dilaksanakan jauh sebelum persoalan polusi udara merebak di Tangsel.
“Soal uji emisi kendaraan sudah kita laksanakan sejak bulan Juli, bukan sekarang saja, jauh sebelum gonjang-ganjing ini,” ujarnya.
Terkait wacana Work From Home atau WFH, Benyamin mengaku belum melaksanakannya karena masih harus menunggu arahan Pj Gubernur Banten, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Kemenpan-RB.
“Kalau WFH belum, kami masih menunggu instruksi dari Pj Gubernur Banten, Kemendagri, Kemenpan-RB, kalau kita siap-siap saja,” jelasnya.
Benyamin mengatakan jika WFH dapat terlaksana, maka skemanya adalah membagi pegawai untuk WFH dan WFO.
“Dalam bayangan saya, nanti dibagi pegawai yang WFH dan WFO. Yang WFH itu pejabat administratif, tapi pejabat teknis itu sebaiknya WFO,” ujarnya.
Benyamin menambahkan, pihaknya akan melakukan apa saja upaya dalam mengurangi polusi udara di Tangsel. “Jadi kita lakulkan apa aja deh untuk mengatasi persoalan ini,” jelasnya. (*)
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Agus Priwandono











