SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Fenomena El Nino telah membawa kekeringan berkepanjangan di wilayah Provinsi Banten. Dilaporkan, sebanyak 200 desa di 27 kecamatan di Kabupaten Lebak mengalami kekurangan air bersih dampak El Nino itu.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Banten Nana Suryana mengatakan, untuk mengatasi dampak kekeringan itu pihaknya telah menyiagakan personel dan mobil tangki air guna menyuplai kebutuhan air bersih ke warga terdampak.
“Permintaan bantuan air bersih meningkat, walaupun kita belum sampai tahap krisis. Dan kita pun terus berkoordinasi dengan BPBD kabupaten dan kota untuk menyuplai air bersih,” kata Kalak BPBD Banten, Kamis 24 Agustus 2023.
Kalak mengatakan, pihaknya juga sudah mengajukan kepada BNPB untuk melakukan modifikasi cuaca di wilayah Banten. Modifikasi cuaca baru dapat dilakukan jika masih terdapat potensi awan hujan.
Modifikasi cuaca itu dilakukan guna mendatangkan hujan di sejumlah daerah guna mengatasi dampak El Nino juga polusi udara.
“Pertengahan Agustus lalu sudah disampaikan ke BNPB dan sudah berproses, pak gubernur langsung yang tanda tangan suratnya,” ujarnya.
“Kemudian pak gubernur juga minta BPBD untuk memantau perkembangan modifikasi cuaca agar bisa dilakukan, kita setiap hari rabu rapat dengan BMKG terkait dengan potensi awan hujan tadi jadi,” kata Nana.
Nana mengungkapkan, berdasarkan hasil koordinasi dengan BNPB dan BMKG, maka akan dilakukan modifikasi cuaca pada hari ini yakni 24 sampai 27 Agustus 2023. Modifikasi cuaca itu akan dilakukan dengan metode Teknologi modifikasi cuaca alias TMC.
“Rencana dilakukan itu mulai hari ini sampai tanggal 27 Agustus itu diperkirakan masih ada titik awan yang bisa dimanfaatkan tmc karena kalo tidak ada titik awaannya awan hujan dilakukan juga mubazir,” ungkapnya.
Lebih jauhnya, Nana menyebut pihaknya masih memantau perkembangan awan dibeberapa daerah di Banten yang berpotensi membawa hujan.
“Hari ini mulai persiapan, tapi lokasi titik awannya dimana ? apakah di Lebak ? Tangerang atau dimana ? Kita masih pantau,” pungkasnya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor : Merwanda











